Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Campuran Beraspal Dengan Penggunaan Material Daur Ulang Dan Peremaja Bio-Aspal Ampas Tebu Indah Handayasari; Leksmono S. Putranto; Bambang Sugeng Subagio; Najid Najid
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/aphpbq65

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat besar memberikan peluang untuk memanfaatkannya secara optimal. Salah satunya pemanfaatan tanaman serat yaitu tebu yang selama ini dimanfaatkan sebatas pada produk utamanya yaitu serat alamnya saja sedangkan biomassa sisa penyeratan yang mengandung lignin masih belum banyak dimanfaatkan. Kandungan lignin dalam tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pengikat campuran beraspal untuk menggantikan senyawa aromatik ringan yang pada material aspal daur ulang yang telah mengalami proses oksidasi. Penggunaan bahan peremaja bio-aspal dari ampas tebu yang mengandung lignin pada campuran beraspal dengan material  ulang (Reclaimed Asphalt Pavement/RAP) memberikan pengaruh yang baik. Hal ini dapat ditinjau berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa potensi penggunaan bio-aspal ampas tebu sebagai bahan peremaja pada campuran beraspal dengan pengunaan material RAP cukup baik dalam pengembangan alternatif penggunaan bahan alami pada teknologi konstruksi perkerasan jalan
Adaptasi Rural Access Index untuk Prioritas Jalan Usaha Tani di Kabupaten Sambas Ferry Juniardi; Leksmono S. Putranto; Elsa Tri Mukti
Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Sains Vol. 4 No. 3 (2026): September: JURNAL PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS (JPTIS)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jptis.v4i3.4598

Abstract

Rural road access indicators are widely used to assess territorial disparity, yet most applications remain centered on residential access and do not adequately represent the logistics needs of agricultural production areas. This article develops a stricter adaptation of the Rural Access Index for farm road planning by shifting the unit of analysis from rural population to productive agricultural land served by Jalan Usaha Tani. The study employs a document-based analytical design integrating the Rural Access Index framework, Indonesian technical standards for farm roads, and planning data for priority subdistricts in Sambas Regency. To strengthen the analysis, operational proxies are applied, namely harvested area to paddy field ratio, farm-road service ratio per hectare, achievement against a minimum service benchmark, unit investment cost, and estimated service gap. The findings indicate that Tebas, Selakau, and Teluk Keramat are the most critical priority areas because they combine extensive paddy land, high cultivation intensity, and very limited effective road service coverage. A land-based access perspective offers a stronger policy lens than screening based solely on road condition because it links infrastructure investment to productive land accessibility, seasonal passability, and farm logistics performance.