Tuti rostianti
universitas mathlaulanwar banten

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PATI TALAS BENENG (Xanthosoma undipes K. Koch) PADA KUALITAS BAKSO IKAN LELE (Clarias gariepinus Dadan hudaya; Tuti rostianti; hendi suryandani; marlinda
TEKNOTIKA Vol. 1 No. 1 (2021): Teknotika
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bahan baku yang dapat digunakan dalam proses pembuatan bakso ikan adalah ikan lele. Ikan lele mengandung omega-3 dan protein dengan kadar lisin dan leusin lebih tinggi. Talas beneng merupakan tanaman lokal yang dapat dijadikan salah satu komoditi bahan pangan pokok di Provinsi Banten. Ukurannya yang besar dengan kadar protein yang tinggi serta warna kuning yang menarik adalah kelebihan yang dimiliki talas beneng yang menjadi ciri khas dan tidak dimiliki talas jenis lain. talas beneng dapat dibuat menjadi pati yang nantinya akan diaplikasikan sebagai bahan dalam pembuatan bakso ikan yang memiliki karakteristik dan kualitas yang baik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hasil uji organoleptik bakso ikan lele (Clarias gariepinus) dengan berbagai konsentrasi pati talas, uji kualitas bakso ikan lele (Clarias gariepinus) dengan berbagai konsentrasi pati talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) yang meliputi kadar air, kadar protein, kadar abu dan kadar karbohidrat dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) terhadap kualitas bakso ikan lele (Clarias gariepinus)
DETEKSI CEMARAN DAGING BABI PADA SOSIS SAPI DENGAN METODE MULTIPLEX PCR DI WILAYAH KABUPATEN PANDEGLANG Rudi Purwantoro; Hendy Suryandani; Dadan Ahmad Hudaya; Eko Yuniarsih; Tuti Rostianti
TEKNOTIKA Vol. 2 No. 2 (2022): teknotika vol 2 number 2 2022
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus dengan tepung atau pati dengan atau tanpa penambahan bahan bumbu-bumbu dan bahan tambahan makanan lain. Saat ini kemajuan teknologi telah mengalami peningkatan dibidang analisis halal. Teknologi tersebut diaplikasikan untuk mempermudah pengujian bahan halal yang terkontaminasi bahan haram. Salah satu alat yang digunakan untuk detekai kehalalan makanan adalah PCR. Pada peneitian ini metode Multiplex PCR digunakan untuk mengidentifikasi cemaran DNA babi pada 5 produk sosis sapi yang beredar di wilayah Kabupaten Pandeglang. DNA genom babi, Sapi dan sampel sosis sapi diisolasi dengan DNA extraction Kit Quick Protocol. DNA diamplifikasi pada daerah spesifik DNA mitokondria sitokrom b dengan menggunakan primer spesifik DNA babi dan primer spesifik DNA sapi dengan jumlah siklus sebanyak 35 siklus. Hasil amplifikasi menggunakan primer spesifik DNA sapi dan primer spesifik DNA babi menunjukan bahwa 4 sampel teramplifikasi positif mengandung DNA Sapi dan 1 sampel sosis sapi terampilifikasi positif DNA Babi, Dengan demikian, dari 5 sampel sosis yang diperiksa, ada 1 sampel sosis sapi teramplifikasi positif mengandung DNA babi.
INDUSTRI TAHU DESA SUKAJADI KECAMATAN KABUPATEN TANGGERANG Desi Trisnawati; Dadan ahmad hudaya; Tuti Rostianti; Rudi Purwantoro; Retno Utami
TEKNOTIKA Vol. 2 No. 2 (2022): teknotika vol 2 number 2 2022
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan makanan tradisional sebagian besar masyarakat di Indonesia, yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat. . Hal tersebut menyebabkan banyak dari masyarakat Indonesia memilih untuk menjalankan bisnis industri pembuatan tahu skala rumah tangga (industri kecil), dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan) dirasakan masih rendah dan dapat dipastikan tingkat produksi limbah yangdihasilkan juga sangat tinggi Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif (qualitative research). Metode pengamatan higienitas dan sanitasi dengan metode quick scanning Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi higienitas karyawan mempunyai higienitas yang baik dan kondisi sanitasi tempat produksi pada industri tahu sudah sangat baik dapat dilihat dari hasil rata-rata higienitas karyawan adalah 5,4 dan nilai rata-rata sanitasi tempat produksi tahu adalah 5,9 dimana higienitas karyawan dan sanitasi tempat produksi dikatakan baik bila jumlah skor rata-rata >5 dan buruk bila nilai skor rata-rata <1
IMPLEMENTASI KANDUNGAN KADMIUM (Cd) PADA BERAS MERAH: IMPLEMENTASI KANDUNGAN KADMIUM (Cd) PADA BERAS MERAH Hendi Suryandani; Desi Trisnawati; Dadan Ahmad Hudaya; Tuti Rostianti; Rudi Purwantoro
TEKNOTIKA Vol. 2 No. 1 (2022): vol2 no 1 tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium (Cd) sekaligus mengidentifikasi dan menghitung kadar kandungan kadmium pada air irigasi, tanah, sawah, gabah, dan beras. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel penelitian di Blok Kedongdong, Kampung Nameng, Desa Nameng, Kecamatana Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada bulan April hingga Agustus 2020. Sementara pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Kimia Logam Berat dan Mineral, UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian, Provinsi DKI Jakarta dengan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan logam berat Cd pada tanah yaitu sebesar 0,618 mg/kg, pada gabah yaitu 0,0027 mg/kg, pada beras yaitu 0,0059 mg/kg. Sementara hasil pengujian kandungan Cd pada air irigasi tidak terdeteksi. Dengan hasil uji tersebut, berdasarkan SNI 7387:2009 dan Permentan Nomor 55/Permentan/KR040/11/2016 kandungan Cd masih di bawah standar aman.