Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi dalam Pandangan Psikologi: Menjelajahi Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Masyarakat Ade Hidayat; Muntaha Nour
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14539

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kompleks media sosial terhadap kesehatan mental di era digital, menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi pustaka. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan laporan penelitian kredibel, kemudian dianalisis secara sistematis untuk mensintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi, khususnya media sosial, telah menciptakan paradigma baru dalam psikologi, memunculkan bidang psikologi siber yang menelaah identitas digital, komunikasi daring, dan perilaku adiktif. Media sosial menawarkan manfaat positif seperti peningkatan konektivitas, dukungan sosial melalui komunitas daring, serta edukasi dan pengurangan stigma kesehatan mental. Namun, media sosial juga membawa dampak negatif signifikan, meliputi perbandingan sosial yang memicu citra diri negatif, Fear of Missing Out (FoMO), potensi kecanduan, cyberbullying, serta pengaruh durasi, frekuensi, dan jenis konten yang dikonsumsi. Dalam konteks Indonesia, dampak ini diperparah oleh tekanan citra diri yang sempurna, paparan konten tidak realistis, cyberbullying (dialami 45% remaja), kurangnya literasi digital, kualitas tidur yang buruk, polarisasi sosial, penyebaran hoaks, dan ketergantungan digital (rata-rata 3-4 jam penggunaan per hari). Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan studi di Indonesia dan merekomendasikan pendidikan literasi digital, kampanye kesadaran publik, peran aktif orang tua, promosi penggunaan media sosial yang bermakna, dukungan psikologis terintegrasi, dan tanggung jawab platform media sosial untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.
Analisis Dimensi dan Strategi: Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia Ade Hidayat; Khaidir Rozi; Intan Nur Septiani; Zainudin Zainudin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi-dimensi kunci dalam kualitas pendidikan di Indonesia serta merumuskan strategi yang tepat guna mengatasi kesenjangan antara cita-cita pendidikan berkualitas dengan realita di lapangan. Kualitas pendidikan merupakan faktor penentu kemajuan negara, namun skor PISA (Programme for International Student Assessment) Indonesia secara konsisten menunjukkan posisi yang kurang memuaskan, yang mengindikasikan adanya masalah serius dalam mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, dengan menganalisis laporan penelitian dan jurnal terakreditasi untuk memetakan kesenjangan berdasarkan tiga dimensi mutu pendidikan: Input, Proses, dan Output/Outcome. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesenjangan dimensi input ditunjukkan pada kualitas guru yang rendah, dan kurikulum nasional cenderung sering berganti dan fragmentatif. Sementara pada dimensi proses kesenjangan terjadi pada pembelajaran yang didominasi oleh metode monoton dan kurang inovatif, sehingga kurang melibatkan siswa secara aktif. Adapun pada dimensi Output kesenjangan ditandai dengan kemampuan literasi peserta didik yang sangat rendah, degradasi karakter, serta adanya kesenjangan keterampilan (skill gap) antara lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Strategi yang direkomendasikan untuk mengatasi kesenjangan tersebut berfokus pada perbaikan dimensi Input, seperti: perbaikan sistem rekrutmen guru; program pengembangan SDM guru berkelanjutan; stabilitas dan penyederhanaan kurikulum; pemerataan sarana dan prasarana terutama di daerah 3T, dan Proses yang meliputi: peningkatan inovasi pembelajaran; penguatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik manajemen (strategis dan teknis) yang menciptakan iklim kerja inklusif dan mendorong kreativitas guru di sekolah. Strategi komprehensif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas output pendidikan Indonesia agar melahirkan lulusan yang kompeten dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta mampu bersaing secara global.