Irfan Maulana
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fiscal Ratios and Macroeconomic Performance under Fiscal Governance in Indonesia Irfan Maulana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 5: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i5.15480

Abstract

This study examines the relationship between fiscal ratios and short-run economic performance in Indonesia. Rather than treating economic governance as an abstract institutional construct, the analysis positions fiscal ratios as indicators of fiscal governance capacity and evaluates their association with observable macroeconomic outcomes. Using annual data, the study focuses on how revenue effectiveness, expenditure efficiency, and fiscal balance relate to variations in economic growth. The empirical analysis employs time-series regression with Newey–West standard errors to address potential autocorrelation and heteroskedasticity. To strengthen the robustness of the findings, alternative model specifications incorporating dynamic elements are also estimated. The results indicate that selected fiscal ratios exhibit statistically meaningful associations with economic growth, although the direction and magnitude of the effects vary across specifications. In particular, expenditure-related indicators tend to show a more consistent relationship with growth performance than revenue-side measures. These findings suggest that fiscal governance mechanisms may influence economic outcomes through indirect and short-term channels rather than immediate growth acceleration. Given the limited time horizon of the data, the results should be interpreted with caution. Nevertheless, the study contributes to the empirical literature by highlighting how fiscal governance capacity, as reflected in fiscal ratios, is linked to short-run macroeconomic performance in a developing country context.
Determinasi Kualitas Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah: Peran Kapabilitas APIP, Maturitas SPIP, dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi Irfan Maulana; Muhammad Ariz Amarulloh
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kualitas tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK). Kualitas tata kelola keuangan diproksikan dengan opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang diklasifikasikan ke dalam kategori Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan non-WTP. Penelitian ini menggunakan data panel seluruh pemerintah provinsi di Indonesia selama periode 2021–2024 dengan total 136 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner dengan pendekatan penalized likelihood metode Firth untuk mengatasi ketidakseimbangan distribusi data opini audit. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapabilitas APIP, maturitas SPIP, dan IEPK memiliki hubungan positif terhadap probabilitas pemerintah provinsi memperoleh opini WTP, meskipun pengaruh ketiganya belum signifikan secara statistik. Secara substantif, peningkatan kapabilitas APIP dan maturitas SPIP menunjukkan kecenderungan meningkatkan peluang perolehan opini WTP, sementara efektivitas pengendalian korupsi berperan sebagai faktor pendukung lingkungan tata kelola yang berintegritas. Tidak signifikannya hasil regresi mengindikasikan keterbatasan variasi data serta dominasi opini WTP pada tingkat pemerintah provinsi, sehingga pencapaian opini WTP telah menjadi baseline performance. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas tata kelola keuangan pemerintah daerah memerlukan penguatan implementasi substantif pengawasan internal, pengendalian intern, dan manajemen risiko, tidak hanya peningkatan skor penilaian formal.
Analisis Fenomena Histeresis pada PDRB Jawa Barat Pascapandemi COVID-19 Muhammad Ariz Amarulloh; Irfan Maulana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.15149

Abstract

Pada 2020 lalu ekonomi Jawa Barat diguncangkan oleh pandemi COVID-19 yang mana walaupun ekonomi dikabarkan telah pulih, sejauh apa dampak dari pandemi tersebut tidaklah pasti. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah dampak dari pandemi COVID-19 tetap tercermin dalam PDRB Jawa Barat. Fenomena persistensi dampak dari suatu krisis pada output dikenal dengan histeresis. Analisis dilakukan pada data PDRB Jawa Barat pada tahun 2010 hingga triwulan ke-3 2025 dengan frekuensi triwulanan dengan menggunakan beberapa pendekatan. Pertama analisis structural break untuk menentukan titik dimana krisis menggeser tingkat output. Kedua, potensi output dalam hal tidak ada krisis diestimasi dengan menggunakan tren HP Filter dari data sebelum krisis. Ketiga, dilakukan analisis time series pada output gap untuk menyimpulkan histeresis. Hasil menunjukan bahwa terdapat penurunan tingkat pertumbuhan output pada PDRB Jawa Barat sebesar 0.17% dari potensinya untuk setiap periodenya. Penurunan tersebut bersifat persisten yang ditunjukan oleh pengujian stationary dimana hasil menunjukan bahwa output gap tidak menunjukan stationary dan mean reversing yang berarti pemulihan pada tingkat sebelum krisis tidak dapat dipastikan. Hal tersebut kemudian diperkuat dengan pengujian dengan model AR(1) pada output gap yang menunjukan half-life dari impulse response membutuhkan waktu 16 periode atau 4 tahun untuk dapat meluruhkan separuh dari dampak guncangan.