Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter. Implementasi kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 melalui pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan sistem asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, mendorong kreativitas dan inovasi guru, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter siswa melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi, kurang memadainya sarana dan prasarana pendukung, serta belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan di sekolah dasar.