p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Clara C. Soputan
Universitas Negeri Manado, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Zoya F. Sumampow; Maria I. Warangkiran; Clara C. Soputan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18903

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter. Implementasi kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 melalui pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan sistem asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, mendorong kreativitas dan inovasi guru, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter siswa melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi, kurang memadainya sarana dan prasarana pendukung, serta belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan di sekolah dasar.
Persepsi Guru dan Etika Akademik dalam Pemanfaatan Platform Media Sosial (Tiktok/Instagram) sebagai Media Edukasi Marien Pinontoan; Clara C. Soputan; Maria I. Warankirang; Gratia Rumimper; Imanuel Taroreh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.20181

Abstract

Pemanfaatan TikTok dan Instagram sebagai media edukasi semakin berkembang seiring dengan transformasi pembelajaran digital. Namun, penggunaan platform tersebut juga menghadirkan persoalan etika akademik, terutama terkait plagiarisme, validitas informasi, dan perlindungan hak cipta. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap pemanfaatan TikTok dan Instagram sebagai media edukasi serta penerapan etika akademik dalam praktik pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru yang memanfaatkan media sosial dalam pembelajaran. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang TikTok dan Instagram sebagai media yang mampu meningkatkan kreativitas, keterlibatan, dan kualitas pengalaman belajar peserta didik. Pemanfaatannya disertai praktik etis melalui pencantuman sumber, verifikasi informasi, penghormatan terhadap hak cipta, dan penguatan literasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas media sosial sebagai sarana edukasi tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan guru mengintegrasikan etika akademik ke dalam pembelajaran digital.