p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Wilda Yanti
Universitas Mulawarman Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi OSS-RBA dalam Pelayanan Perizinan Berusaha di DPMPTSP Kota Samarinda Wilda Yanti; Sena Elvira
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17124

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong pemerintah untuk menyederhanakan proses perizinan usaha melalui penerapan sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan perizinan dengan pendekatan berbasis tingkat risiko usaha, sehingga mampu mendukung kemudahan berusaha dan penguatan iklim investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi OSS-RBA dalam pelayanan perizinan berusaha di DPMPTSP Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap pelaku usaha serta proses pelayanan perizinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSS-RBA berkontribusi dalam mempercepat legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penentuan jenis perizinan berdasarkan klasifikasi risiko. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kewajiban migrasi data dari sistem OSS sebelumnya, gangguan teknis pada platform digital, serta perbedaan tingkat literasi digital di kalangan pelaku usaha. Dalam konteks ini, DPMPTSP Kota Samarinda berperan penting sebagai fasilitator melalui pendampingan pendaftaran, pengisian data, sosialisasi, dan penyelesaian kendala administratif. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi OSS-RBA tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh ketersediaan layanan pendampingan yang inklusif agar manfaat digitalisasi perizinan dapat dirasakan secara merata, terutama oleh pelaku UMKM.
Evaluasi Efektivitas OSS RBA: Analisis Problematika Teknis dan Administratif Pendaftaran NIB di DPMPTSP Kota Samarinda Wilda Yanti; Nadia Ratnasari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17135

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, kepastian hukum, dan kemudahan berusaha. Implementasi sistem ini semakin penting seiring berlakunya Government Regulation Number 28 of 2025 yang menegaskan pendekatan perizinan berbasis risiko dan menuntut kesiapan digital yang lebih komprehensif dari pemerintah maupun pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi OSS-RBA dalam pelayanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) di DPMPTSP Kota Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi partisipatif yang dilaksanakan pada Februari hingga April 2026. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara spontan, dan studi dokumentasi terhadap aktivitas pelayanan perizinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi OSS-RBA masih menghadapi dua tantangan utama. Pertama, rendahnya literasi digital pelaku UMKM serta kesulitan dalam menentukan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang tepat, yang berpotensi menimbulkan kesalahan klasifikasi perizinan. Kedua, belum optimalnya sinkronisasi antara portal OSS nasional dan sistem verifikasi pada instansi teknis daerah yang menyebabkan hambatan interoperabilitas data dan koordinasi administratif. Dalam kondisi tersebut, keberadaan assistance desk dan peran petugas pelayanan sebagai fasilitator sekaligus konsultan regulasi terbukti membantu mengurangi kesenjangan informasi yang dihadapi pelaku usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi perizinan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sistem teknologi, tetapi juga oleh integrasi data lintas sektor serta penyediaan layanan pendampingan yang responsif dan inklusif.