Penelitian kuantitatif eksplanatori ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fleksibilitas kerja dan kompensasi terhadap kinerja pengemudi ojek online Maxim di Kota Bandar Lampung dengan keterikatan kerja (work engagement) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 106 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengemudi. Di antara kedua variabel tersebut, fleksibilitas kerja menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan produktivitas pengemudi. Hasil pengujian bootstrapping juga menunjukkan bahwa keterikatan kerja berperan sebagai mediator parsial yang signifikan dalam memperkuat pengaruh fleksibilitas kerja dan kompensasi terhadap kinerja. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam membangun keterikatan kerja dibandingkan fleksibilitas kerja. Selain itu, nilai R-square sebesar 0,709 menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja, kompensasi, dan keterikatan kerja mampu menjelaskan 70,9% variasi kinerja pengemudi. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi antara fleksibilitas kerja dan sistem kompensasi yang adil merupakan faktor penting dalam meningkatkan keterikatan kerja dan kinerja pengemudi pada sektor transportasi digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dalam ekonomi platform serta memberikan dasar empiris bagi pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif pada layanan transportasi berbasis aplikasi.