This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hambatan Kapasitas dan Institusional UMKM Lokal dalam Integrasi ke Rantai Pasok Ritel Modern: Studi kasus Indomaret Cabang Klaten Rio Setiawan; Albert Gamot Malau
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18491

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama sebagai penyerap tenaga kerja dan penyedia berbagai kebutuhan konsumsi masyarakat. Meskipun demikian, keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok ritel modern masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat perluasan akses pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi UMKM lokal dalam menjalin kemitraan dengan ritel modern, khususnya Indomaret Cabang Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku UMKM, manajemen ritel, serta instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi UMKM meliputi keterbatasan kapasitas produksi, ketidakkonsistenan standar kualitas produk, rendahnya kemampuan manajerial, keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur administrasi dan persyaratan regulasi ritel modern. Selain itu, faktor institusional seperti terbatasnya akses pembiayaan, lemahnya dukungan pemerintah daerah, dan minimnya pendampingan usaha turut memperlambat proses integrasi UMKM ke dalam rantai pasok ritel modern. Temuan penelitian menegaskan bahwa peningkatan daya saing UMKM tidak hanya memerlukan penguatan kapasitas internal usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang kondusif melalui kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor ritel. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami tantangan integrasi UMKM ke pasar modern sekaligus menjadi dasar bagi perumusan strategi pengembangan kemitraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.