Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan penyediaan produk konsumsi masyarakat. Namun, integrasi UMKM lokal ke dalam rantai pasok ritel modern masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek kapasitas usaha maupun institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi UMKM lokal dalam menjalin kemitraan dengan ritel modern, khususnya Indomaret Cabang Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM, pihak manajemen ritel, serta instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama UMKM meliputi keterbatasan kapasitas produksi, standar kualitas produk yang belum konsisten, rendahnya kemampuan manajerial, keterbatasan akses teknologi informasi, serta minimnya pemahaman terhadap prosedur administrasi dan regulasi ritel modern. Selain itu, faktor institusional seperti lemahnya dukungan pemerintah daerah, keterbatasan akses pembiayaan, dan kurangnya pendampingan usaha turut memperlambat integrasi UMKM ke rantai pasok modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas usaha, digitalisasi manajemen rantai pasok, serta kolaborasi multipihak guna meningkatkan daya saing UMKM lokal di pasar ritel modern.
Copyrights © 2026