Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Mediasi Kewirausahaan dalam Hubungan antara Kompetensi dan Inovasi Lindawati Sipahutar; Hima Barima
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/y2hyag45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kompetensi masyarakat desa serta implikasinya pada kewirausahaan dan inovasi di era Industri 4.0. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga yang memiliki aktivitas ekonomi produktif atau minat berwirausaha. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 200 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert Scale lima poin dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi masyarakat desa. Kompetensi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kewirausahaan dan inovasi. Selain itu, kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan human capital melalui pendidikan dan pelatihan berbasis praktik menjadi strategi penting dalam meningkatkan kompetensi, perilaku kewirausahaan, dan inovasi masyarakat desa untuk mendukung kemandirian ekonomi lokal di era digital. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan pendamping UMKM dalam mengembangkan program pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi dan potensi lokal
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Balita melalui Manajemen Layanan dan Pencatatan Digital Sederhana Lindawati Sipahutar; Hima Barima
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2487

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu Balita Menara Samawa RW 15, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, dalam manajemen layanan, komunikasi edukatif, dan pencatatan data sederhana berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif-edukatif dengan metode pelatihan, diskusi, simulasi, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang, terdiri atas 12 kader Posyandu, 3 pengurus PKK/RW, dan 5 perwakilan ibu balita. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi praktik, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 57,5 meningkat menjadi 81,9 pada post-test, atau meningkat sebesar 24,4 poin. Peningkatan terjadi pada aspek manajemen layanan, komunikasi edukatif, dan pencatatan data sederhana berbasis digital. Kegiatan ini juga menghasilkan format pencatatan sederhana dan rekomendasi alur layanan Posyandu balita. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan kader dapat mendukung layanan Posyandu yang lebih tertib, komunikatif, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
THE DARK SIDE OF AI-ENABLED HRM: PERCEIVED ORGANIZATIONAL INJUSTICE, EMPLOYEE PRIVACY CONCERN, AND WELL-BEING Hima Barima; Lindawati Sipahutar
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol. 21 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v21i2.11582

Abstract

This article develops an employee-centered framework to explain the dark side of AI-enabled human resource management (AI-HRM). Method: Using a structured integrative conceptual review, it synthesizes 52 peer-reviewed articles published between 2019 and 2025, seven foundational sources, and one official report. Findings: Five mechanisms—algorithmic bias, opacity, workplace surveillance, privacy-invasive people analytics, and algorithmic control—influence perceived organizational injustice, employee privacy concern, and work autonomy. These experiences affect psychological, work-related, and relational well-being both directly and indirectly through organizational trust. Four pathway-specific governance capabilities—algorithmic accountability, actionable explainability, privacy-preserving data governance, and meaningful human oversight—can mitigate these risks. The framework is conceptual rather than empirically tested; its ten core propositions therefore require future validation. Contribution: By integrating previously fragmented research on AI-HRM, fairness, privacy, algorithmic management, and well-being, the article offers a parsimonious and testable framework with practical guidance for responsible AI-HRM. Abstrak dalam Bahasa Indonesia : Artikel ini mengembangkan kerangka yang berpusat pada karyawan untuk menjelaskan sisi gelap manajemen sumber daya manusia berbasis kecerdasan buatan (AI-HRM). Metode: Dengan menggunakan tinjauan konseptual integratif yang terstruktur, artikel ini menyintesis 52 artikel ilmiah yang terbit pada 2019–2025, tujuh rujukan teoretis fundamental, dan satu laporan resmi. Hasil: Lima mekanisme—bias algoritmik, opasitas, pengawasan di tempat kerja, analitik tenaga kerja yang invasif terhadap privasi, dan kontrol algoritmik—memengaruhi persepsi ketidakadilan organisasi, kekhawatiran privasi karyawan, dan otonomi kerja. Pengalaman tersebut memengaruhi kesejahteraan psikologis, pekerjaan, dan relasional, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepercayaan organisasi. Empat kapabilitas tata kelola yang spesifik pada jalur—akuntabilitas algoritmik, eksplainabilitas yang dapat ditindaklanjuti, tata kelola data yang menjaga privasi, dan pengawasan manusia yang bermakna—dapat mengurangi risiko tersebut. Kerangka ini bersifat konseptual dan belum diuji secara empiris; karena itu, sepuluh proposisi intinya memerlukan validasi pada penelitian mendatang. Kontribusi: Artikel ini mengintegrasikan riset AI-HRM, keadilan, privasi, manajemen algoritmik, dan kesejahteraan ke dalam kerangka yang ringkas, dapat diuji, dan relevan bagi tata kelola AI-HRM yang bertanggung jawab.
Workplace Ostracism, Job Tension, and Knowledge Hiding Among Generation Z Employees Hima Barima; Lindawati Sipahutar
Relasi : Jurnal Ekonomi Vol 22 No 2 (2026): Juli - Desember
Publisher : Institut Teknologi dan Sains Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31967/relasi.v22i2.1956

Abstract

This article investigates whether social exclusion prompts Generation Z employees to conceal requested knowledge and whether work-related tension carries that effect. The model was tested with questionnaire responses from 200 eligible workers in service and customer-contact roles in Kabupaten Ciamis, West Java, Indonesia. PLS-SEM estimates obtained in SmartPLS 4 supported all proposed paths: ostracism predicted knowledge hiding and job tension; tension predicted hiding; and the indirect effect through tension was significant. The pattern indicates that exclusion can drain psychological resources and produce strain, making delayed, incomplete, or withheld responses to colleagues’ requests more likely. The study extends organizational behavior and human resource management research by demonstrating this defensive process in a young, non-metropolitan service workforce. Organizations can limit it by responding promptly to exclusion, reinforcing inclusive team norms, and establishing psychologically safe routines for exchanging work knowledge.