Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produktivitas mentimun (Cucumis sativus L.) yang dibudidayakan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Februari sampai dengan April 2025. Percobaan di lapang dilakukan dengan empat perlakuan dosis biochar yaitu P0 (kontrol), P1, P2, dan P3. Parameter pertumbuhan yang diukur pada umur 70 hari setelah tanam meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering daun, sedangkan produktivitas dinilai berdasarkan berat satu buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per bedengan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen Rancangan Kelompok Acak (RAK) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Analisis data menggunakan Analiysis of varience (ANOVA) pada taraf nyata 5%, apabila terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan's Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis biochar nyata meningkatkan semua variabel pertumbuhan dan hasil yang diukur. Dosis biochar tertinggi (P3) secara konsisten menghasilkan peningkatan terbesar, dengan berat kering daun mencapai sekitar 3,0 g, panjang daun 1,82 cm, jumlah daun 81,67, luas daun 26,87 cm2, berat buah per tanaman 17.610 g, berat buah total per bedengan 83.725 g, dan berat buah rata-rata 1.264,4 g. Temuan ini menunjukkan bahwa biochar dapat digunakan untuk meningkatkan berat buah per tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa biochar sekam padi efektif memperbaiki kondisi tanah dan ketersediaan unsur hara. Keywords : Biochar, Mentimun, Sekam Padi, Pertumbuhan, Hasil