p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUH CERDAS: Pemberdayaan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal di Dusun 2 Desa Mekarwangi Yakobus Sinaga; Linda Rofiasari; Intan Yusita; Diah Adni Fauziah; Suherdin; Cici Valiani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/69m80s69

Abstract

Program pengabdian masyarakat “ASUH CERDAS” dilaksanakan di Dusun 2 Desa Mekarwangi sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting dan rendahnya literasi gizi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga agar mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya melalui edukasi tentang gizi seimbang dan sistem dukungan pemberian ASI. Dengan pendekatan partisipatif, program ini melibatkan tokoh masyarakat, kader posyandu, dan lembaga lokal sebagai mitra dalam memperkuat peran keluarga sebagai agen utama dalam pengasuhan anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang mencakup materi tentang gizi ibu hamil dan menyusui serta pentingnya support system dalam pemberian ASI eksklusif. Metode ceramah, pretest-posttest, dan demonstrasi masak digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil dan menyusui, dengan nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibanding pretest (p=0,004). Ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis kebutuhan lokal. Program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk membangun ketahanan keluarga dan kualitas hidup anak secara berkelanjutan. Kendala seperti kurangnya fasilitas untuk anak selama penyuluhan menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Secara keseluruhan, ASUH CERDAS menjadi model pemberdayaan keluarga yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa, sejalan dengan upaya nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Dismenore Bukan Hambatan” Aksi Inovasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Linda Rofiasari; Yakobus Lau De Yung Sinaga; Intan Yusita; Cici Valiani; Diah Adni Fauziah; Suherdin Suherdin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qssk4972

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dengan prevalensi mencapai 64,25% di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap produktivitas akademik, menyebabkan absensi sekolah dan penurunan konsentrasi belajar, namun tingkat pengetahuan remaja tentang penanganan dismenore masih rendah dengan 8 dari 10 remaja putri tidak mengetahui cara penanganan yang tepat. Program "Dismenore bukan Hambatan" bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam memahami serta melakukan upaya pengurangan nyeri dismenore secara mandiri, aman, dan efektif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Mekar Arum dengan 42 peserta melalui tiga tahapan: (1) pre-test, pemaparan materi oleh pakar, dan pembentukan grup konseling; (2) demonstrasi praktik penanganan non-farmakologis termasuk pembuatan minuman JESOMA, kompres hangat, massage, dan pemeriksaan hemoglobin; (3) layanan konseling berkelanjutan dan post-test dengan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari pretest (Mean=17,24; SD=1,61) ke posttest (Mean=18,14; SD=1,76) dengan Z=-3,07, p=0,002, dan effect size r=0,47 (kategori medium). Program edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan terstruktur, demonstrasi praktik, dan konseling berkelanjutan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dan penanganannya, sehingga memberdayakan mereka untuk mengelola dismenore secara mandiri dan tidak menjadikannya hambatan dalam aktivitas akademik.