Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK PENGELOLAAN WISATA LEMBAH CINTA PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Ardi Ardi; Abdul Malik; Anwar Hindi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengelolaan wisata Lembah Cinta di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), serta menilai sejauh mana praktik tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap berbagai pihak terkait, seperti pengelola wisata, ketua Bumdes, tokoh masyarakat, dan pengunjung. Hasil temuan menunjukkan bahwa pengelolaan dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung, dan dana yang diperoleh dari retribusi pengunjung dimanfaatkan untuk perbaikan fasilitas wisata serta mendukung aktivitas ekonomi desa. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, pengelolaan ini telah mencerminkan prinsip kemaslahatan, keadilan, dan amanah, serta bebas dari unsur yang dilarang seperti riba dan gharar. Meskipun pelaporan keuangan belum terdokumentasi secara terbuka, pertanggungjawaban tetap dilakukan melalui musyawarah desa secara berkala. Dengan demikian, Pengelolaan Dana Retribusi Wisata Lembah Cinta secara umum telah sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah,namun secara Transparan belum trdokumentasikan secara terbuka. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem pelaporan keuangan yang lebih transparan dan pengawasan berbasis syariah agar tata kelola lebih akuntabel dan sesuai nilai-nilai Ekonomi Syariah.
PRAKTIK GADAI POHON DURIAN DALAM PRESPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS DESA MAMMI KECAMATAN BINUANG) Abdul Malik; Fachri Anugrah; Anwar Hindi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6330

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik gadai pohon durian yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah..Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penggadai, pegadai, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme gadai pohon durian di Desa Mammi sebagian besar dilakukan secara lisan dan informal tanpa adanya akad tertulis. Penentuan nilai gadai cenderung sepihak, tanpa taksiran yang transparan dan objektif, sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak Oleh karena itu, diperlukan perbaikan berupa penerapan akad tertulis, mekanisme penilaian taksiran pohon yang adil dan transparan, serta edukasi masyarakat mengenai konsep gadai (rahn) yang sesuai dengan hukum Islam. Dengan demikian, praktik gadai lokal ini dapat tetap dilestarikan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan keberkahan dalam transaksi ekonomi syariah