p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Mitra Mitra
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis Of The Implementation Of Supplementary Feeding (PMPK) For Stunted Children In Kampar Regency, 2025 Mas’udatul Isnaini; Mitra Mitra; Elfian Elfian
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2pp7q858

Abstract

Stunting is a chronic nutrition problem that affects human resource quality and remains a national priority. One specific nutrition intervention implemented is the provision of Supplementary Feeding using Foods for Special Medical Purposes (PMPK). The success of this program depends on proper planning, implementation, and monitoring–evaluation systems. To analyze the implementation of PMPK activities for stunted children in the working area of the Kampar District Health Office in 2025. This residency used a qualitative descriptive design with a field study approach. Informants included nutrition program managers, health workers, and related stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. Thematic analysis was applied through data reduction, data display, and conclusion drawing. PMPK implementation in Kampar District generally follows national guidelines, covering planning, organizing, implementation, and monitoring–evaluation stages. However, several obstacles were identified, including limited human resources, varied understanding of PMPK among staff, and suboptimal recording and reporting systems. Fishbone analysis indicated that major problems originated from human, method, and system factors. PMPK implementation for stunted children in Kampar District has been conducted, but strengthening staff capacity, standardizing procedures, and improving monitoring and evaluation systems are necessary to enhance program effectiveness in reducing stunting
Optimalisasi Kepatuhan Penggunaan APD Kebisingan Melalui Program Promosi Kesehatan Kerja pada Operator Konstruksi Di Minas Romauli Lasniroha; Santoso Santoso; Herniwanti Herniwanti; Mitra Mitra; Kamali Zaman
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gxz9zn50

Abstract

Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.