p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Santoso Santoso
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Edukasi Keselamatan Kebakaran Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran di RS X Kota Dumai Annisa Wahdania; Santoso Santoso; Lita Lita; Herniwanti Herniwanti; Makomulamin Makomulamin; Asril Asril
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3m95js54

Abstract

Fire incidents in hospitals pose a serious safety threat that requires systematic prevention and control measures. This study aimed to identify factors influencing fire prevention and control in a hospital in Dumai City using a quantitative approach with a cross-sectional design, involving hospital staff selected through simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using association tests and multivariable analysis to examine the influence of variables. The findings indicated that most respondents demonstrated good levels of fire prevention and control practices, and there were significant associations between attitude, emergency response simulation, and supervision with fire prevention and control efforts. Attitude emerged as the most dominant factor, indicating that respondents with negative attitudes were more likely to have poor fire prevention and control practices compared to those with positive attitudes, with this relationship controlled by knowledge. It can be concluded that work capacity influencing fire prevention and control includes attitude as the primary factor, supported by knowledge, emergency response simulation, and supervision. Therefore, it is recommended that the Hospital Occupational Health and Safety Committee strengthen positive attitudes among staff, enhance the quality of emergency response simulations, and implement consistent supervision to support effective fire prevention and control.
Optimalisasi Kepatuhan Penggunaan APD Kebisingan Melalui Program Promosi Kesehatan Kerja pada Operator Konstruksi Di Minas Romauli Lasniroha; Santoso Santoso; Herniwanti Herniwanti; Mitra Mitra; Kamali Zaman
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gxz9zn50

Abstract

Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.