Seks pranikah merupakan aktivitas seksual yang dilakukan oleh individu sebelum menikah dan menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi remaja serta calon pengantin. Berdasarkan survei awal pada pasangan calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Lala tahun 2024, masih ditemukan perilaku seks pranikah yang dipengaruhi oleh kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, serta minimnya komunikasi dalam keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran calon pengantin mengenai pencegahan perilaku seks pranikah melalui edukasi kesehatan reproduksi, penguatan komunikasi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu dengan melibatkan calon pengantin, petugas Kesehatan Reproduksi, petugas Promosi Kesehatan, KUA Kecamatan Sei Lala, teman sebaya, dan orang tua. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi, community engagement, pendampingan calon pengantin, serta kerja sama antara Puskesmas dan KUA dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pelaksanaan edukasi dan perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai dampak seks pranikah, namun akses informasi kesehatan reproduksi masih terbatas. Teman sebaya dan media sosial masih menjadi faktor yang memengaruhi perilaku seks pranikah, sementara komunikasi orang tua dengan anak terkait kesehatan reproduksi masih rendah karena dianggap tabu. Kolaborasi antara Puskesmas dan KUA melalui edukasi calon pengantin serta program KUA Goes to School dinilai dapat meningkatkan pemahaman dan pencegahan perilaku seks pranikah. Community engagement juga menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat.