Insiden needle stick injury (NSI) merupakan salah satu risiko utama keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium klinik karena berpotensi menularkan patogen yang ditularkan melalui darah. Laboratorium Klinik X sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan aktivitas pengambilan dan pengelolaan sampel biologis memiliki potensi terjadinya NSI yang perlu dikendalikan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi penerapan sistem manajemen K3 dalam pencegahan NSI di Laboratorium Klinik X. Metode yang digunakan adalah kegiatan residensi dengan pendekatan observasional kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, yang dianalisis menggunakan pendekatan manajemen risiko berbasis ISO 45001, diagram fishbone, dan metode USG (urgency, seriousness, growth). Hasil menunjukkan bahwa risiko NSI dipengaruhi oleh faktor manusia, metode kerja, peralatan, lingkungan, dan sistem manajemen, dengan prioritas utama permasalahan pada sistem pelaporan dan dokumentasi insiden yang belum terintegrasi, serta penerapan SOP yang belum konsisten. Meskipun fasilitas K3 dan standar operasional telah tersedia, pengendalian risiko belum berjalan optimal secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen risiko K3, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perbaikan sistem pelaporan insiden berbasis standar ISO 45001 diperlukan untuk menurunkan risiko NSI dan meningkatkan keselamatan kerja di laboratorium klinik.