Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Air Rebusan Daun Turi Terhadap Bakteri Escherichia Coli Menggunakan Difusi Cakram Wa Ode Karmila; Rista Masri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Turi (Sesbania grandiflora L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Daun turi diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavanoid, tanin, saponin dan alkaloid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dimana bakteri Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder daun turi dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri air rebusan daun turi terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Kontrol positif (+) antibiotic cotrimoxazole, kontrol negatif (-) aqudest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji skrining daun turi memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu flavanoid, tanin, saponin dan alkaloid. Pengujian aktivitas antibakteri air rebusan daun turi terhadap bakteri Escherichia coli didapatkan rata-rata diameter  hambat pada konsentrasi 20% memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri sebesar 7,5 mm, konsentrasi 40% sebesar 8,5 mm, pada konsentrasi 60% sebesar 9,5 mm, pada konsentrasi 80% sebesar 11 mm. Sedangkan kontrol pembanding yaitu antibiotik cotrimoxazole diameter zona hambatnya sebesar 20,3 mm. Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa hasil menunjukan air rebusan daun turi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli
Inovasi Kerupuk Nutraseutikal Berbasis Sayuran dan Ikan sebagai Camilan Sehat, Bergizi, dan Bernilai Ekonomi Nurhidayah Nurhidayah; Ima Soumena; Wa Ode Karmila; Sisca Latue; Nugraha Alif Prasetiyo; Eka Fitri Adriana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9229

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha pangan lokal adalah masih terbatasnya pemanfaatan sumber daya sayuran dan ikan sebagai produk pangan bernilai tambah, sementara konsumsi camilan yang beredar di pasaran umumnya memiliki kandungan gizi yang rendah serta belum mampu mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat. Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk pangan fungsional yang bernilai ekonomi masih terbatas. Kondisi ini mengakibatkan potensi sumber daya lokal belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat maupun pendapatan keluarga. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah inovasi produk pangan farmasi berupa kerupuk nutraseutikal berbasis sayur dan ikan sebagai camilan sehat dan bernilai gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai pangan fungsional dan nutraseutikal, pelatihan pembuatan kerupuk berbasis sayuran dan ikan, pendampingan formulasi produk, evaluasi mutu organoleptik dan kandungan gizi sederhana. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui identifikasi potensi bahan baku lokal, penyusunan formula kerupuk nutraseutikal, demonstrasi proses produksi, praktik langsung oleh peserta, evaluasi mutu produk, serta pendampingan pengembangan usaha. Seluruh kegiatan melibatkan masyarakat secara aktif sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menghasilkan produk yang memenuhi aspek mutu, keamanan, dan daya terima konsumen.Dampak konkret yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sayuran dan ikan menjadi produk pangan fungsional, terciptanya produk kerupuk nutraseutikal yang memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk konvensional, meningkatnya nilai tambah komoditas pangan lokal, terbukanya peluang usaha berbasis inovasi pangan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi camilan sehat yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan.
Edukasi Biota Laut Sebagai Obat Tradisional Di Desa Ngadi, Maluku Tenggara Anatje J Pattipeilohy; Jayanti Djarami; Cut Bidara Panita Umar; Radzmi Junaid; Wa Ode Karmila
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8455

Abstract

Pendahuluan.Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar yang mempunyai berbagai macam biota laut. Terkhususnya di maluku tenggara kaya akan biota laut seperti rumput laut, teripang dan anggur laut. biota laut banyak menggandung senyawa bioaktif alami, alkaloid, terpenoid, flavonoid dan saponin. banyak masyarakat pesisir di kota tual, desa ngadi belum banyak memanfaatkan secara optimal untuk obat tradisional. pemanfaatan biota laut sebagai obat tradisional dapat menjadi solusi buat masyarakat pesisir di desa ngadi, maluku tenggara. biar masyarakat dapat mengelolah dan melestarikan sumber daya alam dengan baik. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang potensi biota laut sebagai obat alami, melatih masyarakat mengelolah biota laut menjadi produk sederhana berbasis obat tradisional. Metode yang di gunakan yaitu meliputi tahap ceramah, diskusi dan sosialisasi. Hasil pengabdian awal bawah masyarakat di desa ngadi, tual, maluku tenggara. kurangnya pengetahuan tentang cara pengelolaan biota laut sebagai obat tradisional dan setelah adanya edukasi kepada masyarakat baru adanya pemahaman yang baik. Kesimpulan di harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat desa ngadi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di laut seperti, taripang, anggur laut, alga dll sebagai bahan obat tradisional karena banyak mengandung senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Serta meningkatkan pelestarian biota laut demi kelangsungan hidup berkelanjutan.