Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Erliana Erliana; Cut Nurhasanah; Cut Sriyanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy remains a significant public health problem worldwide and contributes to maternal and fetal morbidity and mortality. The World Health Organization (WHO) reported that approximately 40% of pregnant women globally experience anemia, with higher prevalence in developing countries. Several factors such as maternal age, parity, nutritional status, education level, and compliance with iron supplementation influence the occurrence of anemia during pregnancy. This study aimed to identify factors associated with anemia among pregnant women in the working area of Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of pregnant women who attended antenatal care services, with a total sample of 72 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and maternal health records. Data were analyzed using Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there were significant relationships between maternal knowledge (p = 0.004), compliance with iron tablet consumption (p = 0.001), and nutritional status (p = 0.012) with the incidence of anemia. Meanwhile, maternal age (p = 0.214) and parity (p = 0.187) were not significantly associated. In conclusion, knowledge, iron supplementation compliance, and nutritional status are important factors related to anemia in pregnancy. Strengthening health education and nutritional programs is essential to reduce the prevalence of anemia among pregnant women.
Hubungan Pemberian Seduhan Jahe terhadap Emesis Gravidarum  pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Desi Ayuanita; Cut Sriyanti; Nurlaili Ramli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami pada trimester pertama kehamilan dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik. Komplikasi mual dan muntah terjadi pada sekitar 60–80% primigravida dan 40–60% multigravida. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa kejadian emesis gravidarum mencapai sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, dengan prevalensi mual dan muntah pada kehamilan sebesar 70–80%. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi emesis gravidarum adalah pemberian seduhan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian seduhan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum kategori sedang sebanyak 85%. Setelah pemberian seduhan jahe, seluruh responden (100%) mengalami penurunan menjadi kategori ringan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian seduhan jahe dengan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa seduhan jahe efektif digunakan sebagai terapi herbal nonfarmakologis dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.