Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mandat dan Misi dalam Perencanaan Strategis: Analisis Konseptual Perspektif John M. Bryson pada Lembaga Pendidikan Islam Yonanda Kumala Nasrilia; Muhammad In’am Esha
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep mandat dan misi organisasi dalam proses perencanaan strategis berdasarkan pemikiran John M. Bryson serta relevansinya dengan Lembaga Pendidikan Islam. Mandat dipahami sebagai kewajiban dan batasan yang ditetapkan oleh lingkungan eksternal organisasi, sedangkan misi merefleksikan tujuan dan alasan keberadaan organisasi yang dirumuskan secara internal. Pembahasan difokuskan pada peran mandat dalam membatasi dan mengarahkan tindakan organisasi, konsep misi sebagai inti perencanaan strategis, serta keterkaitan keduanya dalam membangun legitimasi dan penciptaan nilai publik. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan analisis terhadap literatur perencanaan strategis sektor publik dan nonprofit. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejelasan mandat dan misi merupakan fondasi utama bagi organisasi dalam menentukan arah strategis, mengelola konflik kepentingan, dan memastikan konsistensi antara tujuan dan tindakan organisasi. Oleh karena itu, mandat dan misi harus dipahami sebagai elemen yang saling melengkapi dalam keseluruhan proses perencanaan strategis.
Digital Competence and Higher Education Policy: A Quantitative Analysis of Lecturer Performance in Indonesia Muhammad In’am Esha; Wuryaningsih Wuryaningsih; Rini Safitri
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v7i2.2187

Abstract

This study aims to investigate the role of digital strategy on lecturer performance by positioning digital competence as a mediating variable. This quantitative study uses primary data obtained through a survey of lecturers in Indonesia. A total of 248 respondents responded, and the data were then processed using SEM-PLS 4.0. The results indicate that digital strategy has a strong positive influence on shaping lecturers' digital competence. However, digital strategy alone does not necessarily improve lecturer performance directly. The results of this study show an interesting finding, the phenomenon of full mediation, in which digital competence acts as a crucial bridge. Without adequate technological mastery within human resources, an organization's digital strategic policy will lose its effectiveness in boosting productivity. Therefore, the success of digital transformation in educational institutions depends heavily on the integration between strategic planning and the continuous development of lecturers' digital capacity. Practically, this study serves as a strategic guide for higher education policymakers to reallocate budgetary priorities from mere LMS infrastructure procurement to intensive digital competence training, preventing underutilized technology and ensuring a higher return on digital policy implementation. The universities must embed sustained digital competence development programs alongside digital strategy formulation, as strategic policies alone are insufficient to enhance lecturer performance without adequate technological mastery.