Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan umum dalam pembelajaran Nahwu, khususnya yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dari perspektif linguistik struktural dan fungsional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui tes tertulis, analisis dokumen tugas, serta wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan dominan meliputi aspek i’rab, penggunaan harakat, dan struktur kalimat, yang mencerminkan lemahnya pemahaman mahasiswa terhadap aspek sintaksis, morfologi, dan fonologi bahasa Arab. Secara khusus, ketidaktepatan dalam penetapan ‘amil (faktor penyebab perubahan harakat) dan posisi i’rab akhir kata menjadi fokus utama, serta adanya interferensi struktur bahasa Indonesia yang mempengaruhi pemahaman kalimat nominal (‘jumlah ismiyyah’). Analisis menggunakan teori error analysis mengungkap bahwa kesalahan bersifat sistematis dan menunjukkan bahwa pemahaman konsep ‘amil wa ma’mul’ masih sangat lemah. Faktor penyebab utama meliputi interferensi bahasa ibu, kurangnya pemahaman konsep, dan metode pengajaran yang bersifat tradisional serta berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih komunikatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa melalui pemanfaatan media visual, teknologi digital, serta metode pembelajaran aktif dan bertahap, guna meminimalisir kesalahan berulang dan meningkatkan kualitas penguasaan Nahwu secara menyeluruh.