Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Budaya Batak Toba melalui Motif Gorga dalam Pembelajaran Simetri Bangun Datar Kelas VI SD Faolina Margaretta Laia; Jesika Olivia Sitompul; Lidwina Dedea Br Ginting; Meisy Naina Saragih; Nayla Azkiya; Maya Alemina Ketaren
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar kerap dipandang sebagai sesuatu yang sulit dipahami, karena penyampaian materinya belum sepenuhnya dihubungkan dengan situasi nyata yang dialami siswa. Kondisi demikian berpotensi menimbulkan hambatan bagi siswa dalam menguasai konsep-konsep matematika, terutama yang berkaitan dengan geometri, pola, nilai tempat bilangan, kesebangunan, kekongruenan, dan numerasi dasar. Etnomatematika hadir sebagai salah satu alternatif pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut, yakni dengan cara mengaitkan konsep-konsep matematika pada elemen-elemen budaya yang hidup di tengah masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana motif Gorga Batak Toba dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika berbasis etnomatematika di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji sepuluh artikel ilmiah yang memiliki keterkaitan dengan tema motif Gorga, Rumah Bolon, kearifan lokal Sumatera Utara, media pembelajaran berbasis budaya, etnopedagogi, dan etnomatematika. Hasil telaah menunjukkan bahwa motif Gorga menyimpan berbagai elemen matematis, meliputi bentuk-bentuk geometri, kurva, simetri, pengulangan pola, bangun datar, serta konsep kesebangunan dan kekongruenan. Pengintegrasian motif Gorga ke dalam pembelajaran matematika terbukti mampu membantu siswa memahami materi secara lebih konkret, mendorong keterlibatan aktif dalam belajar, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, serta menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Dengan demikian, motif Gorga Batak Toba memiliki potensi sebagai media dan konteks pembelajaran matematika yang relevan, kontekstual, dan berbasis budaya
Kesesuain Kurikulum Merdeka dengan Prinsip Developmentally Appropriate Practice dalam Pembelajaran Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur Faolina Margaretta Laia; Jesika Olivia Sitompul; Meisy Naina Saragih; Nayla Azkiya; Lidwina Dedea Br Ginting
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v2i2.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Kurikulum Merdeka dengan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP) sebagai landasan pedagogis dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, Kurikulum Merdeka dan DAP memiliki keselarasan konseptual dalam menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran; kedua, prinsip DAP dapat menjadi kerangka pedagogis yang mengarahkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka agar benar-benar sesuai dengan tahap perkembangan, keunikan individu, dan latar sosial budaya peserta didik; ketiga, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman guru tentang prinsip DAP dengan penerapannya di kelas. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar akan lebih efektif dan bermakna apabila guru secara sadar mengintegrasikan prinsip DAP dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.