Pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar kerap dipandang sebagai sesuatu yang sulit dipahami, karena penyampaian materinya belum sepenuhnya dihubungkan dengan situasi nyata yang dialami siswa. Kondisi demikian berpotensi menimbulkan hambatan bagi siswa dalam menguasai konsep-konsep matematika, terutama yang berkaitan dengan geometri, pola, nilai tempat bilangan, kesebangunan, kekongruenan, dan numerasi dasar. Etnomatematika hadir sebagai salah satu alternatif pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut, yakni dengan cara mengaitkan konsep-konsep matematika pada elemen-elemen budaya yang hidup di tengah masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana motif Gorga Batak Toba dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika berbasis etnomatematika di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji sepuluh artikel ilmiah yang memiliki keterkaitan dengan tema motif Gorga, Rumah Bolon, kearifan lokal Sumatera Utara, media pembelajaran berbasis budaya, etnopedagogi, dan etnomatematika. Hasil telaah menunjukkan bahwa motif Gorga menyimpan berbagai elemen matematis, meliputi bentuk-bentuk geometri, kurva, simetri, pengulangan pola, bangun datar, serta konsep kesebangunan dan kekongruenan. Pengintegrasian motif Gorga ke dalam pembelajaran matematika terbukti mampu membantu siswa memahami materi secara lebih konkret, mendorong keterlibatan aktif dalam belajar, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, serta menjadikan pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Dengan demikian, motif Gorga Batak Toba memiliki potensi sebagai media dan konteks pembelajaran matematika yang relevan, kontekstual, dan berbasis budaya