Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Kurikulum Merdeka dengan prinsip Developmentally Appropriate Practice (DAP) sebagai landasan pedagogis dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, Kurikulum Merdeka dan DAP memiliki keselarasan konseptual dalam menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran; kedua, prinsip DAP dapat menjadi kerangka pedagogis yang mengarahkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka agar benar-benar sesuai dengan tahap perkembangan, keunikan individu, dan latar sosial budaya peserta didik; ketiga, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman guru tentang prinsip DAP dengan penerapannya di kelas. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar akan lebih efektif dan bermakna apabila guru secara sadar mengintegrasikan prinsip DAP dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Copyrights © 2026