Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesantunan Berbahasa Sebagai Cerminan Budaya Komunikasi Sopir Angkot 103 Di Kota Medan Dinda Safira Devianda; Dinda Ujung; Martina Sihotang; Noni Aulia Pratiwi; Sri Malem Teta Tarigan; Theresia Anggi Natama; Yuliana Kristina Sinurat; Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan oleh sopir angkot 103 di Kota Medan sebagai cerminan budaya komunikasi masyarakat setempat, serta mengetahui dampak penggunaan bahasa sopan dan tidak sopan terhadap kenyamanan penumpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa sopir angkot 103 berada pada tingkat yang bervariasi. Sebagian sopir menggunakan bahasa yang santun dan ramah, sementara sebagian lainnya cenderung menggunakan tuturan yang tegas dan bernada tinggi, khususnya dalam situasi tertentu seperti kemacetan atau tekanan pekerjaan. Cara berbahasa para sopir mencerminkan budaya komunikasi masyarakat Kota Medan yang bercirikan lugas, spontan, komunikatif, dan mudah akrab, dengan penggunaan dialek Melayu Medan yang bercampur unsur bahasa Batak serta istilah-istilah lokal. Nada bicara tinggi dalam konteks budaya Medan tidak selalu bermakna kasar, meskipun dapat menimbulkan persepsi berbeda bagi penumpang dari luar daerah. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan bahasa yang sopan berdampak positif terhadap kenyamanan penumpang, sementara penggunaan bahasa yang tidak sopan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan emosional hingga konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa merupakan faktor penting dalam membangun pelayanan transportasi umum yang harmonis dan berkualitas.
Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Warisan Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Adat Dinda Safira Devianda; Dinda Ujung; Pirhot Maranata Siburian; Sri Malem Teta Tarigan; Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan anak perempuan dalam pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim ditinjau dari hukum Islam dan hukum adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan hak anak perempuan dalam pembagian warisan berdasarkan kedua sistem hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan library research melalui kajian jurnal, buku, dan peraturan hukum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam mengakui anak perempuan sebagai ahli waris dengan bagian yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan faraid. Sementara itu, hukum adat Batak Toba yang menganut sistem patrilineal secara tradisional lebih mengutamakan anak laki-laki sebagai penerus marga, sedangkan anak perempuan memiliki kedudukan waris yang lebih terbatas. Namun, perkembangan masyarakat telah menyebabkan praktik pewarisan adat menjadi lebih fleksibel. Perbedaan antara hukum Islam dan hukum adat menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan pembagian warisan pada masyarakat Batak Toba Muslim. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kedua sistem hukum diperlukan agar hak ahli waris, termasuk anak perempuan, dapat dipertimbangkan dalam pembagian warisan.