Penggunaan media sosial yang dilakukan tanpa pengawasan dapat memudahkan remaja untuk mengakses konten pornografi sehingga memunculkan rasa penasaran yang tinggi tentang seks melalui tontonan pornografi. Dampak negatif dari tontonan pornografi dapat mendorong remaja untuk mempraktekkan seks dengan pasangannya dan bahkan membuat rasa ketagihan. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan peran konten pornografi di media sosial dengan perilaku yang mengarah pada seks bebas pada remaja di SMA Negeri 1 Bendahara di SMA Negeri 1 Bendahara. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMA Negeri 1 Bendahara 379 orang, jumlah sampel sebanyak 79 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 79 responden sebagian besar mendapatkan peran konten pornografi di media sosial yang sedang sebanyak 49 responden (62%), sebagian besar berisiko melakukan perilaku yang mengarah pada seks bebas sebanyak 48 responden (60,8%). Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan peran konten pornografi di media sosial perilaku yang mengarah pada seks bebas dengan p-value 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai penentu kebijakan untuk SMA Negeri 1 Bendahara untuk suatu program konseling kesehatan reproduksi remaja melalui bekerjasama dengan instansi kesehatan setempat yang akan membantu siswa memperoleh informasi yang benar dan tepat mengenai kesehatan reproduksi khusus pada saat remaja agar dapat menghindari perilaku yang mengarah pada seks bebas.