Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Peran Konten Pornografi di Media Sosial dengan Perilaku yang Mengarah pada Seks Bebas pada Remaja di SMA Negeri 1 Bendahara Yustika Hairunnisa Barus; Ngatwadi Ngatwadi; Rahmat Surya
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial yang dilakukan tanpa pengawasan dapat memudahkan remaja untuk mengakses konten pornografi sehingga memunculkan rasa penasaran yang tinggi tentang seks melalui tontonan pornografi. Dampak negatif dari tontonan pornografi dapat mendorong remaja untuk mempraktekkan seks dengan pasangannya dan bahkan membuat rasa ketagihan. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan peran konten pornografi di media sosial dengan perilaku yang mengarah pada seks bebas pada remaja di SMA Negeri 1 Bendahara di SMA Negeri 1 Bendahara. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMA Negeri 1 Bendahara 379 orang, jumlah sampel sebanyak 79 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 79 responden sebagian besar mendapatkan peran konten pornografi di media sosial yang sedang sebanyak 49 responden (62%), sebagian besar berisiko melakukan perilaku yang mengarah pada seks bebas sebanyak 48 responden (60,8%). Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan peran konten pornografi di media sosial perilaku yang mengarah pada seks bebas dengan p-value 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai penentu kebijakan untuk SMA Negeri 1 Bendahara untuk suatu program konseling kesehatan reproduksi remaja melalui bekerjasama dengan instansi kesehatan setempat yang akan membantu siswa memperoleh informasi yang benar dan tepat mengenai kesehatan reproduksi khusus pada saat remaja agar dapat menghindari perilaku yang mengarah pada seks bebas.
Gambaran Kesehatan Mental Remaja pada Orang Tua yang Melakukan Perceraian di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk Nurhafniyanti Nurhafniyanti; Ngatwadi Ngatwadi; Dedi Irawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian orang tua berdampak terhadap kesehatan mental remaja, seperti perubahan emosi, penurunan prestasi, dan gangguan perilaku. Survei I-NMAHS mencatat 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan prevalensi di Aceh 6,6%. Risiko meningkat jika perceraian disertai konflik dan kurangnya dukungan emosional. Masa remaja yang krusial bagi pembentukan identitas membuat mereka rentan mengalami hambatan perkembangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja pada orang tua yang melakukan penceraian di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa yang mengalami perceraian orang tua di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk sebanyak 31 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 23 responden (74,2%), berdasarkan usia sebagian besar berusia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 17 responden (54,8%) dan berdasarkan lama perceraian orangtua sebagian besar >5 tahun sebanyak 24 responden (77,4%). Kesehatan mental remaja pada orangtua yang bercerai sebagian besar baik sebanyak 24 responden (77.4%). Diharapkan bagi pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, menyediakan layanan konseling, dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental remaja dengan mengadakan program pengembangan keterampilan sosial.