Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kompetensi Aparatur dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN) dalam Pengurusan Surat Ahli Waris di Kantor Kecamatan Bogor Timur Berkat Selamat Harefa; Ginung Pratidina; Neng Virly Apriliyani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan inovasi pelayanan publik yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui sistem pelayanan satu pintu. Salah satu pelayanan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi adalah pengurusan Surat Keterangan Ahli Waris karena membutuhkan ketelitian administrasi serta pemahaman terhadap aspek hukum kewarisan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan PATEN pada pengurusan Surat Keterangan Ahli Waris di Kantor Kecamatan Bogor Timur, mengidentifikasi kualitas pelayanan yang diberikan, serta mengetahui hambatan dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Camat, Kepala Seksi Pemerintahan, petugas PATEN, serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi aparatur telah cukup baik pada aspek sikap pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat, namun masih terdapat keterbatasan pada aspek pengetahuan regulasi terbaru mengenai administrasi kewarisan serta keterampilan teknis dalam proses verifikasi dokumen. Kualitas pelayanan PATEN secara umum telah memenuhi prinsip pelayanan publik, ditandai dengan adanya kepastian prosedur, transparansi pelayanan, dan koordinasi antara front office dan back office. Meskipun demikian, pelayanan masih menghadapi hambatan berupa tingginya beban kerja, proses verifikasi yang masih dilakukan secara manual, keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi, serta belum optimalnya pelatihan teknis bagi aparatur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi aparatur melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, digitalisasi pelayanan, penyempurnaan standar operasional prosedur, serta penguatan koordinasi antarpetugas agar kualitas pelayanan PATEN semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat