Tenri Bayang
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIALEKTIKA ASWAJA DAN KEBERAGAMAN BERAGAMA: STUDI PRAKTIK TOLERANSI DI MASYARAKAT MULTIKULTURAL Akmir Akmir; Fahrani Fahrani; Tenri Bayang; Sutriani Sutriani; Wilda Wilda
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perilaku masyarakat serta peran aktor lokal dalam mewujudkan kehidupan toleransi di Desa Pancasila, Mengidentifikasi kendala dalam penerapan praktik toleransi serta solusi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, dan mengetahui implikasi praktik toleransi terhadap ketahanan ideologi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan Kepala Desa, Kepala Dusun, dan dua tokoh masyarakat, dokumentasi berupa foto dan dokumen terkait, serta observasi langsung di lokasi penelitian. Analisis data menggunakan model analisis data interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dan tokoh masyarakat berperan penting dalam mengakomodasi keberagaman dan menumbuhkan sikap saling menghargai antarumat beragama, sehingga praktik toleransi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang muncul antara lain sikap skeptis dalam ibadah, koflik keluarga terkait perbedaan agama, serta keterbatasan pelaksanaan upacara keagamaan. Solusi yang dilakukan berupa penguatan dialog dan keterbukaan dalam keluarga untuk menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan sosial. Implementasi nilai religius, kemanusiaan, persatuan, demokratis, dan keadilan menjadikan masyarakat Desa Pancasila memiliki ketahanan ideologi yang kuat.
EKONOMI MIKRO SYARIAH DAN MORALITAS PASAR: STUDI LITERATUR TENTANG ETIKA PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM Ristiyanti Ahmadul Marunta; Tenri Bayang; Sutriani Sutriani; Fatmawati Fatmawati; Akbar Akbar; Ahmad Irfan Rivaldi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8960

Abstract

ABSTRACT The development of modern economics, which emphasizes free market mechanisms, tends to prioritize efficiency and profit maximization while often neglecting moral and ethical dimensions. This condition has led to various issues, including exploitation of production factors, excessive consumption, income inequality, and the erosion of social justice. Islamic microeconomics emerges as an alternative paradigm that integrates economic rationality with Islamic moral and spiritual values. This study aims to analyze market morality from the perspective of Islamic microeconomics, focusing on production and consumption ethics and the integration of moral values into market mechanisms. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method. Data were collected from accredited national journals, reputable international journals, and classical as well as contemporary Islamic economics books relevant to market morality, production ethics, and consumption ethics. The data were analyzed using a thematic approach to identify conceptual and normative patterns within the selected literature. The findings indicate that, in Islamic microeconomics, the market functions not only as a mechanism for exchanging goods and services but also as a moral institution grounded in justice, honesty, transparency, and public welfare. Production ethics emphasize product permissibility (halal), fairness in the use of production factors, and social and environmental responsibility. Meanwhile, consumption ethics are guided by the principles of moderation (wasathiyah), the prohibition of extravagance and wastefulness, and an orientation toward achieving mashlahah and falah rather than mere material utility. The integration of moral values into market mechanisms enables Islamic microeconomics to promote markets that are both efficient and socially just and sustainable. ABSTRAK Perkembangan ekonomi modern yang berorientasi pada mekanisme pasar bebas cenderung menempatkan efisiensi dan maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi, sering kali dengan mengesampingkan dimensi moral dan etika. Kondisi ini memunculkan berbagai permasalahan seperti eksploitasi faktor produksi, konsumsi berlebihan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta melemahnya nilai keadilan sosial. Ekonomi mikro syariah hadir sebagai alternatif konseptual yang mengintegrasikan rasionalitas ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moralitas pasar dalam perspektif ekonomi mikro syariah, dengan fokus pada etika produksi dan konsumsi serta integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan metode Narrative Literature Review sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta buku-buku klasik dan kontemporer ekonomi Islam yang relevan dengan tema moralitas pasar, etika produksi, dan etika konsumsi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dan normatif dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro syariah, pasar tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai institusi moral yang berlandaskan nilai keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan. Etika produksi menekankan kehalalan produk, keadilan dalam penggunaan faktor produksi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sementara itu, etika konsumsi diarahkan pada prinsip kesederhanaan (wasathiyah), larangan israf dan tabdzir, serta orientasi pada pencapaian mashlahah dan falah, bukan sekadar utilitas material. Integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar menjadikan ekonomi mikro syariah mampu membentuk pasar yang efisien sekaligus berkeadilan dan berkelanjutan.