Akbar Akbar
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sistem Manajemen Risiko Berbasis AI di Bank Syariah Indonesia Fahrani Fahrani; Akbar Akbar; Abd. Rizal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak signifikan terhadap tata kelola risiko di sektor perbankan global, termasuk pada perbankan syariah di Indonesia. Meski begitu, penerapan AI dalam sistem manajemen risiko perbankan syariah masih menghadapi berbagai tantangan teknis, organisasi, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka sistem manajemen risiko berbasis AI yang mampu meningkatkan efektivitas identifikasi, pengukuran, pemantauan, serta mitigasi risiko pada bank syariah di Indonesia, sekaligus tetap menaati prinsip-prinsip syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur komprehensif, melibatkan analisis terhadap studi-studi terkini tentang implementasi AI di perbankan syariah, digitalisasi manajemen risiko, serta kerangka kepatuhan syariah. Temuan awal menunjukkan bahwa AI, seperti model prediktif untuk kredit scoring, sistem deteksi anomali, dan big data analytics, menawarkan peningkatan yang signifikan dalam ketepatan prediksi risiko dan efisiensi operasional. Namun, adopsi teknologi ini harus mempertimbangkan aspek transparansi algoritma, keamanan data, kesiapan sumber daya manusia, serta regulasi yang mendukung integrasi AI dalam prinsip syariah. Kontribusi penelitian ini diharapkan membantu akademisi, praktisi perbankan, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model manajemen risiko berbasis AI yang berkelanjutan dan etis di bank syariah Indonesia.
EKONOMI MIKRO SYARIAH DAN MORALITAS PASAR: STUDI LITERATUR TENTANG ETIKA PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM Ristiyanti Ahmadul Marunta; Tenri Bayang; Sutriani Sutriani; Fatmawati Fatmawati; Akbar Akbar; Ahmad Irfan Rivaldi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8960

Abstract

ABSTRACT The development of modern economics, which emphasizes free market mechanisms, tends to prioritize efficiency and profit maximization while often neglecting moral and ethical dimensions. This condition has led to various issues, including exploitation of production factors, excessive consumption, income inequality, and the erosion of social justice. Islamic microeconomics emerges as an alternative paradigm that integrates economic rationality with Islamic moral and spiritual values. This study aims to analyze market morality from the perspective of Islamic microeconomics, focusing on production and consumption ethics and the integration of moral values into market mechanisms. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method. Data were collected from accredited national journals, reputable international journals, and classical as well as contemporary Islamic economics books relevant to market morality, production ethics, and consumption ethics. The data were analyzed using a thematic approach to identify conceptual and normative patterns within the selected literature. The findings indicate that, in Islamic microeconomics, the market functions not only as a mechanism for exchanging goods and services but also as a moral institution grounded in justice, honesty, transparency, and public welfare. Production ethics emphasize product permissibility (halal), fairness in the use of production factors, and social and environmental responsibility. Meanwhile, consumption ethics are guided by the principles of moderation (wasathiyah), the prohibition of extravagance and wastefulness, and an orientation toward achieving mashlahah and falah rather than mere material utility. The integration of moral values into market mechanisms enables Islamic microeconomics to promote markets that are both efficient and socially just and sustainable. ABSTRAK Perkembangan ekonomi modern yang berorientasi pada mekanisme pasar bebas cenderung menempatkan efisiensi dan maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi, sering kali dengan mengesampingkan dimensi moral dan etika. Kondisi ini memunculkan berbagai permasalahan seperti eksploitasi faktor produksi, konsumsi berlebihan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta melemahnya nilai keadilan sosial. Ekonomi mikro syariah hadir sebagai alternatif konseptual yang mengintegrasikan rasionalitas ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moralitas pasar dalam perspektif ekonomi mikro syariah, dengan fokus pada etika produksi dan konsumsi serta integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan metode Narrative Literature Review sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta buku-buku klasik dan kontemporer ekonomi Islam yang relevan dengan tema moralitas pasar, etika produksi, dan etika konsumsi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dan normatif dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro syariah, pasar tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai institusi moral yang berlandaskan nilai keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan. Etika produksi menekankan kehalalan produk, keadilan dalam penggunaan faktor produksi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sementara itu, etika konsumsi diarahkan pada prinsip kesederhanaan (wasathiyah), larangan israf dan tabdzir, serta orientasi pada pencapaian mashlahah dan falah, bukan sekadar utilitas material. Integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar menjadikan ekonomi mikro syariah mampu membentuk pasar yang efisien sekaligus berkeadilan dan berkelanjutan.