Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan antara kondisi ideal pengambilan keputusan ekonomi karyawan secara rasional penuh dengan realitas di PT. ABC, di mana karyawan cenderung mengambil keputusan bersifat rasional terbatas yang dipengaruhi oleh komunikasi, konflik, stres kerja, dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam bagaimana perilaku pengambilan keputusan ekonomi karyawan dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut serta merumuskan rekomendasi perbaikan bagi manajemen perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis transendental. Sumber data fenomenal berasal dari pengalaman hidup karyawan yang termanifestasi dalam pola interaksi, respons perilaku, dan dinamika keseharian di lingkungan kerja PT. ABC. Triangulasi fenomenal dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teori untuk menjamin keabsahan data. Analisis data menggunakan model Colaizzi tujuh tahapan. Hasil penelitian menemukan bahwa komunikasi satu arah menyebabkan keputusan ekonomi dalam kondisi informasi tidak lengkap; konflik yang tidak dikelola konstruktif menciptakan biaya peluang tinggi; stres berlebihan mendorong keputusan jangka pendek dan defensif; serta lingkungan kerja padat dan budaya hierarkis menyebabkan karyawan memilih diam. Keempat faktor membentuk lingkaran setan yang saling memperburuk. Rekomendasi penelitian mencakup transformasi komunikasi dua arah, mekanisme resolusi konflik terstruktur, program manajemen stres sistematis, peningkatan lingkungan kerja fisik dan psikologis, serta pendekatan holistik melalui tim pemantau lintas divisi