Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepercayaan Mistis dan Pola Pikir Masyarakat dalam Memilih Metode Pengobatan Dede Aprian; Ajmain Ajmain; Junaidi Junaidi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis dalam memahami penyakit di lingkungan sosial budaya setempat. Kepercayaan mistis dalam konteks ini diartikan sebagai keyakinan masyarakat terhadap adanya kekuatan gaib atau supranatural yang diyakini dapat menjadi penyebab maupun penyembuh suatu penyakit, sehingga mempengaruhi pola pikir dan perilaku dalam memilih metode pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepercayaan mistis dan pola pikir masyarakat dalam memilih metode pengobatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang sebagai partisipan utama dan 1 orang sebagai informan tambahan yang berperan sebagai triangulasi data, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penyakit non-medis masih berkembang dalam masyarakat dan dipengaruhi oleh faktor keluarga, pengalaman pribadi, serta lingkungan sosial budaya, sehingga membentuk pola pikir masyarakat yang menggabungkan konsep medis dan non-medis. Dalam memilih metode pengobatan, masyarakat cenderung mengombinasikan pengobatan medis dan non-medis sesuai dengan kondisi yang dialami. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan mistis memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir serta keputusan masyarakat dalam memilih pengobatan, sehingga tenaga kesehatan perlu memberikan pendekatan yang komunikatif dan sensitif terhadap nilai-nilai budaya agar pelayanan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Hubungan Status Spiritual terhadap Kualitas Hidup pada Lansia di Desa Lhok dalam Kecamatan Peureulak Aceh Timur Melvina Sabrina; Dedi Irawan; Junaidi Junaidi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunduran fisik pada lansia ditandai dengan munculnya penyakit kronis, seperti diabetes melitus, penyakit serebrovaskuler, penyakit jantung koroner, osteoartritis, penyakit musculoskeletal, dan penyakit paru. Selain itu, lansia juga dapat mengalami masalah psikososial dimana memiliki suatu keperibadian berlanjut yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup lansia. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan status spiritual terhadap kualitas hidup pada lansia di Desa Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur.  Metode penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Desa Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Aceh Timur, jumlah sampel sebanyak 61 lansia dengan teknik pengambilan sampel secara Proportional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa dari 61 responden sebagian besar memiliki status spiritual yang rendah sebanyak 34 responden (55,7%), sebagian besar memiliki kualitas hidup yang sedang sebanyak 22 responden (36,1%) dan sebagian kecil memiliki kualitas hidup yang tinggi sebanyak 19 responden (31,1%). Penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan status spiritual dengan kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,000 (p<0,05). Peneliti menyarankan kepada Institusi Pelayanan Kesehatan agar terus meningkatkan dan mendukung program- program kesehatan lansia. Sehingga dapat membantu lansia dalam mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial, meningkatkan derajat kesehatan lansia dan juga meningkatkan kualitas hidup lansia.