Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Kesehatan Mental Remaja pada Orang Tua yang Melakukan Perceraian di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk Nurhafniyanti Nurhafniyanti; Ngatwadi Ngatwadi; Dedi Irawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian orang tua berdampak terhadap kesehatan mental remaja, seperti perubahan emosi, penurunan prestasi, dan gangguan perilaku. Survei I-NMAHS mencatat 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, dengan prevalensi di Aceh 6,6%. Risiko meningkat jika perceraian disertai konflik dan kurangnya dukungan emosional. Masa remaja yang krusial bagi pembentukan identitas membuat mereka rentan mengalami hambatan perkembangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja pada orang tua yang melakukan penceraian di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa yang mengalami perceraian orang tua di SMA Negeri 1 Idi Rayeuk sebanyak 31 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 23 responden (74,2%), berdasarkan usia sebagian besar berusia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 17 responden (54,8%) dan berdasarkan lama perceraian orangtua sebagian besar >5 tahun sebanyak 24 responden (77,4%). Kesehatan mental remaja pada orangtua yang bercerai sebagian besar baik sebanyak 24 responden (77.4%). Diharapkan bagi pihak sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, menyediakan layanan konseling, dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental remaja dengan mengadakan program pengembangan keterampilan sosial.
Hubungan Status Spiritual terhadap Kualitas Hidup pada Lansia di Desa Lhok dalam Kecamatan Peureulak Aceh Timur Melvina Sabrina; Dedi Irawan; Junaidi Junaidi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunduran fisik pada lansia ditandai dengan munculnya penyakit kronis, seperti diabetes melitus, penyakit serebrovaskuler, penyakit jantung koroner, osteoartritis, penyakit musculoskeletal, dan penyakit paru. Selain itu, lansia juga dapat mengalami masalah psikososial dimana memiliki suatu keperibadian berlanjut yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup lansia. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan status spiritual terhadap kualitas hidup pada lansia di Desa Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur.  Metode penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Desa Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Aceh Timur, jumlah sampel sebanyak 61 lansia dengan teknik pengambilan sampel secara Proportional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa dari 61 responden sebagian besar memiliki status spiritual yang rendah sebanyak 34 responden (55,7%), sebagian besar memiliki kualitas hidup yang sedang sebanyak 22 responden (36,1%) dan sebagian kecil memiliki kualitas hidup yang tinggi sebanyak 19 responden (31,1%). Penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan status spiritual dengan kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,000 (p<0,05). Peneliti menyarankan kepada Institusi Pelayanan Kesehatan agar terus meningkatkan dan mendukung program- program kesehatan lansia. Sehingga dapat membantu lansia dalam mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial, meningkatkan derajat kesehatan lansia dan juga meningkatkan kualitas hidup lansia.