Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses implementasinya, serta mengkaji strategi adaptasi yang dilakukan oleh guru di SD Al-Jama’iyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan seorang kepala sekolah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi, kesulitan dalam mengikuti pelatihan berbasis digital, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, meningkatnya biaya operasional sekolah akibat penggunaan perangkat teknologi, serta rendahnya perhatian sebagian peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk menghadapi tantangan tersebut, sekolah dan guru melakukan berbagai upaya adaptasi melalui keikutsertaan dalam pelatihan yang diselenggarakan pemerintah, kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), serta pelatihan internal yang difasilitasi oleh sekolah. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi mulai diterapkan guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pelaksanaan pembelajaran dan mendorong terciptanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan fasilitas pendidikan diperlukan untuk menunjang keberhasilan implementasi kurikulum tersebut.