Husni Taufiq Dzakiyyah
Universitas Mahaputra Muhammad Yamin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Belanja Modal Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (Studi Empiris Pemerintah Daerah Kab/Kota Tahun 2023-2024) Andre Salman; Lucy Septiana Putri; Husni Taufiq Dzakiyyah; Mutia Fitri; Muthia Deslanisa; Siska Yulia Defitri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Belanja Modal terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yang diproksikan melalui tingkat kemandirian keuangan daerah pada pemerintah kabupaten/kota di Pulau Jawa tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 29 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Data penelitian diperoleh melalui metode dokumentasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah, yang menunjukkan bahwa peningkatan PAD dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat. Dana Alokasi Umum (DAU) juga berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Sementara itu, Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah karena sebagian besar pembiayaannya masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa PAD, DAU, dan Belanja Modal secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi kemandirian keuangan daerah sebesar 68,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah guna mencapai kemandirian fiskal yang lebih baik.
Edukasi Pencegahan Manipulasi Laporan Keuangan Pada Usaha Laundry Melalui Pendekatan Wawancara Dan Pendampingan Akuntansi Rita Dwi Putri; Lili Wahyuni; Husni Taufiq Dzakiyyah; Yulia Alfiana; Mutia Mulyani; Elvina Indriati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t09jpa47

Abstract

Manipulasi laporan keuangan merupakan permasalahan yang masih sering terjadi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha laundry, baik secara disengaja maupun tidak disengaja akibat keterbatasan pengetahuan akuntansi dan lemahnya sistem pencatatan keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pencegahan manipulasi laporan keuangan pada usaha laundry melalui pendekatan wawancara dan pendampingan akuntansi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha laundry. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, pencatatan keuangan masih bersifat sederhana, tidak terstruktur, serta belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan manipulasi laporan keuangan. Melalui edukasi dan pendampingan akuntansi, pelaku usaha memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang jujur, rapi, dan sesuai dengan kondisi usaha sebenarnya. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran, keterbukaan, dan kehati-hatian pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan. Dengan demikian, pendekatan wawancara dan pendampingan akuntansi efektif sebagai upaya preventif untuk meminimalkan manipulasi laporan keuangan serta meningkatkan akuntabilitas dan keberlanjutan usaha laundry.