Sindy Agustin Aulia
Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Soft Skills melalui Pelatihan Public Speaking Guna Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA/SMK Riky Sulistiadi; Rizki Bayu Saputra; Sindy Agustin Aulia; Melda Wiguna
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang di SMAN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, dengan tujuan mengembangkan soft skills siswa melalui pelatihan public speaking guna meningkatkan kepercayaan diri dalam kegiatan akademik, organisasi, sosial, maupun persiapan memasuki dunia kerja. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya tingkat kepercayaan diri sebagian siswa ketika diminta menyampaikan pendapat atau melakukan presentasi di depan umum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kontekstual melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan siswa. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar public speaking, teknik komunikasi efektif seperti intonasi, kontak mata, bahasa tubuh, penyusunan materi, serta strategi mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum. Kegiatan dilaksanakan pada 23 April 2026 dan diikuti oleh siswa-siswi SMAN 1 Cibinong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan public speaking mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum serta cara membangun rasa percaya diri. Siswa menjadi lebih memahami teknik mengendalikan rasa gugup, menyampaikan ide secara jelas, dan berani tampil di hadapan banyak orang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya literasi ekonomi, seperti pengelolaan keuangan, penentuan skala prioritas, dan pengambilan keputusan ekonomi yang bijak sebagai bagian dari pengembangan soft skills. Kesimpulannya, pelatihan public speaking memberikan manfaat positif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi siswa. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sekolah, perguruan tinggi, guru, dan orang tua untuk mendukung pengembangan soft skills siswa.
Pengaruh Employer Branding Terhadap  Keterikatan Organisasi Generasi Milenial Pada Perusahaan Startup Teknologi di Indonesia Studi Kasus : Tokopedia Felisitas Erselin; Johanes Lomboan; Piter Kogoya; Renita Sundari; Sindy Agustin Aulia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh employer branding terhadap keterikatan organisasi generasi milenial pada perusahaan startup di Indonesia, dengan studi kasus pada Tokopedia. Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk mampu membangun citra sebagai tempat kerja yang menarik, sehingga dapat mempertahankan karyawan berbakat, khususnya generasi milenial yang kini mendominasi dunia kerja. Employer branding menjadi strategi penting yang tidak hanya berfungsi untuk menarik kandidat potensial, tetapi juga membangun loyalitas dan rasa memiliki di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 100 responden yang merupakan karyawan generasi milenial di Tokopedia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Employer Branding yang terdiri atas lima dimensi utama, yaitu Interest Value, Social Value, Development Value, Economic Value, dan Application Value. Variabel dependen adalah Keterikatan Organisasi, yang diukur melalui tiga indikator utama, yaitu Vigor, Dedication, dan Absorption. Selain itu, Kepuasan Kerja digunakan sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Employer Branding memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Keterikatan Organisasi. Artinya, semakin kuat persepsi karyawan terhadap citra perusahaan sebagai tempat kerja yang ideal, semakin tinggi tingkat keterikatan mereka terhadap organisasi. Selain itu, Kepuasan Kerja terbukti memediasi sebagian hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja yang menyenangkan dan lingkungan kerja yang mendukung mampu memperkuat dampak positif Employer Branding terhadap keterikatan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan startup seperti Tokopedia perlu memperkuat strategi Employer Branding melalui pengembangan nilai-nilai organisasi yang relevan dengan karakteristik generasi milenial, seperti kesempatan belajar, fleksibilitas kerja, dan budaya kolaboratif. Dengan membangun citra positif dan lingkungan kerja yang mendukung, perusahaan dapat menciptakan rasa keterikatan yang lebih tinggi serta menurunkan potensi turnover karyawan. Secara teoretis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai pengaruh Employer Branding dalam konteks organisasi modern berbasis teknologi di Indonesia. Sedangkan secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan, khususnya untuk menarik dan mempertahankan generasi milenial yang menjadi aset penting di era digital.