Johanes Lomboan
Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kebiasaan Menabung Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa Felisitas Erselin; Johanes Lomboan; Piter Kogoya; Melda Wiguna
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan menabung memiliki peran penting dalam membantu siswa mengelola keuangan dan mengurangi perilaku konsumtif. Di era digital saat ini, siswa semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan yang dapat mendorong mereka untuk berbelanja secara berlebihan. Oleh karena itu, pembiasaan menabung dan peningkatan literasi keuangan sejak dini menjadi langkah yang penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan menabung terhadap perilaku konsumtif siswa SMAN 1 Cibinong serta memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kebiasaan menabung secara rutin cenderung lebih bijak dalam menggunakan uang, mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta lebih jarang melakukan pembelian secara impulsif. Sebaliknya, siswa yang kurang memiliki kebiasaan menabung cenderung lebih mudah menghabiskan uang untuk hal-hal yang kurang diperlukan. Program edukasi menabung, pencatatan keuangan harian, serta penetapan target tabungan terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan keuangan yang lebih baik. Selain itu, penggunaan aplikasi pencatatan keuangan sederhana juga membantu siswa memantau pemasukan dan pengeluaran mereka secara lebih teratur. Melalui kegiatan tersebut, siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya perencanaan keuangan, pengendalian diri, dan tanggung jawab dalam mengelola uang. Dengan demikian, kebiasaan menabung tidak hanya berperan dalam mengurangi perilaku konsumtif, tetapi juga membantu meningkatkan literasi keuangan serta membentuk karakter yang hemat, disiplin, dan mandiri secara finansial.
Pengaruh Employer Branding Terhadap  Keterikatan Organisasi Generasi Milenial Pada Perusahaan Startup Teknologi di Indonesia Studi Kasus : Tokopedia Felisitas Erselin; Johanes Lomboan; Piter Kogoya; Renita Sundari; Sindy Agustin Aulia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh employer branding terhadap keterikatan organisasi generasi milenial pada perusahaan startup di Indonesia, dengan studi kasus pada Tokopedia. Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk mampu membangun citra sebagai tempat kerja yang menarik, sehingga dapat mempertahankan karyawan berbakat, khususnya generasi milenial yang kini mendominasi dunia kerja. Employer branding menjadi strategi penting yang tidak hanya berfungsi untuk menarik kandidat potensial, tetapi juga membangun loyalitas dan rasa memiliki di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 100 responden yang merupakan karyawan generasi milenial di Tokopedia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Employer Branding yang terdiri atas lima dimensi utama, yaitu Interest Value, Social Value, Development Value, Economic Value, dan Application Value. Variabel dependen adalah Keterikatan Organisasi, yang diukur melalui tiga indikator utama, yaitu Vigor, Dedication, dan Absorption. Selain itu, Kepuasan Kerja digunakan sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Employer Branding memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Keterikatan Organisasi. Artinya, semakin kuat persepsi karyawan terhadap citra perusahaan sebagai tempat kerja yang ideal, semakin tinggi tingkat keterikatan mereka terhadap organisasi. Selain itu, Kepuasan Kerja terbukti memediasi sebagian hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja yang menyenangkan dan lingkungan kerja yang mendukung mampu memperkuat dampak positif Employer Branding terhadap keterikatan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan startup seperti Tokopedia perlu memperkuat strategi Employer Branding melalui pengembangan nilai-nilai organisasi yang relevan dengan karakteristik generasi milenial, seperti kesempatan belajar, fleksibilitas kerja, dan budaya kolaboratif. Dengan membangun citra positif dan lingkungan kerja yang mendukung, perusahaan dapat menciptakan rasa keterikatan yang lebih tinggi serta menurunkan potensi turnover karyawan. Secara teoretis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai pengaruh Employer Branding dalam konteks organisasi modern berbasis teknologi di Indonesia. Sedangkan secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan, khususnya untuk menarik dan mempertahankan generasi milenial yang menjadi aset penting di era digital.