Aulia Shifa
Universitas Mpu Tantular

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Yuridis Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Kepala Desa Dalam Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Tanah Kas Desa (Studi Putusan Nomor 43/Pid.Sus-Tpk/2024/Pn.Sby) Aulia Shifa; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi yang melibatkan korporasi merupakan salah satu bentuk kejahatan yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian negara, stabilitas perdagangan, serta kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Perkembangan hukum pidana Indonesia menunjukkan bahwa korporasi tidak lagi dipandang hanya sebagai subjek hukum perdata, tetapi juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti memperoleh manfaat atau berperan dalam terjadinya tindak pidana korupsi. Salah satu perkara yang mencerminkan penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi adalah Putusan Nomor 40/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst. yang mengadili beberapa korporasi dalam kelompok usaha Wilmar terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya pada saat pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian ekspor untuk menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya serta mengkaji dasar pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap para terdakwa korporasi berdasarkan Putusan Nomor 40/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perkara tindak pidana korupsi harus didasarkan pada pembuktian mengenai adanya hubungan antara tindakan pengurus yang mewakili korporasi, aktivitas korporasi yang memperoleh manfaat, serta terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam putusan ini menjadi bagian penting dalam perkembangan penerapan hukum pidana terhadap korporasi di Indonesia, khususnya dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi nasional dan kegiatan perdagangan internasional.