Intan Idtra Yani
Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam terhadap Perilaku Kekerasan pada Pasien Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2025 Intan Idtra Yani; Silvia Intan Suri; Engla Rati Pratama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan pada penderita gangguan jiwa merupakan kondisi yang serius yang dapat mengancam jiwa baik orang lain maupun dirinya sendiri, sehingga dibutuhkan upaya yang komprehensif untuk pengendalian dan pencegahan perilaku kekerasan pada penderita. Sekitar 35% pasien gangguan jiwa di Indonesia merupakan kelompok yang menunjukkan perilaku kekerasan. Begitu juga di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin sebagai satu-satunya Puskemas yang melaporkan pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskemas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan pendekatan one group pre test post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan yaitu sebanyak 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan besaran sampel sebanyak 16 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen RUFA perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum rata-rata skor RUFA perilaku kekerasan responden adalah 8,81 dan setelah intervensi turun menjadi 6,37. Terdapat perbedaan rata-rata perilaku kekerasan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 2,44 dan p value = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pemberian relaksasi nafas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan dan anggota keluarga untuk dapat menerapkan teknik relaksasi nafas dalam untuk meredakan marah dan menekan frekuensi perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa.