Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Strategi Komunikasi Persuasif Melalui Instagram dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen di Perusahaan Florist Reyshafa Syahada Hafid; Ali Alamsyah Kusumadinata; Ruhimat Ruhimat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi antara pelaku usaha dan konsumennya, dengan Instagram menjadi salah satu kanal utama yang dimanfaatkan. Riset ini disusun untuk memetakan tingkat loyalitas konsumen pada sebuah usaha Florist, menelusuri kontribusi komunikasi persuasif berbasis Instagram terhadap loyalitas tersebut, sekaligus menguraikan bentuk konkret strategi yang dijalankan usaha ini dalam menarik perhatian dan merawat hubungan dengan pelanggannya. Rancangan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, dengan data dihimpun melalui pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen bersama pemilik usaha, admin media sosial, serta konsumen; data tersebut kemudian diolah melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan, dilengkapi analisis SWOT yang berpijak pada kerangka retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Temuan riset memperlihatkan bahwa loyalitas konsumen terhadap Florist tersebut tergolong cukup kuat, tampak dari pembelian berulang, penyebaran informasi positif dari mulut ke mulut, serta ikatan emosional pelanggan, yang semuanya tumbuh dari pendekatan persuasif berlandaskan kredibilitas, daya tarik emosi, dan penalaran yang jelas, dan diwujudkan melalui keterangan unggahan yang informatif, konten visual yang menarik, serta keterlibatan yang stabil di unggahan, Stories, Reels, maupun pesan langsung. Pada akhirnya, keberhasilan pendekatan ini tidak semata bertumpu pada isi pesan, melainkan juga pada konsistensi interaksi dan pelayanan yang menopang kepercayaan serta loyalitas jangka panjang.
The Role of Horizontal Communication in Minimizing Product Defects within the Manufacturing Painting Process Muhamad Kamaludin; Koesworo Setiawan; Ruhimat Ruhimat
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the vital role of consistent product quality in manufacturing, which heavily relies on operators' understanding of quality standards. This study aims to analyze the effectiveness of horizontal communication in distributing paint quality standard information at PT Kandakawana Sakti. The descriptive qualitative method was employed, utilizing in-depth interviews with quality control heads, foremen, and spray operators for data collection. Scientific findings revealed that the primary barriers to information distribution stemmed from abstract qualitative terminology and shifting parameter inconsistencies between work shifts. However, the implementation of tactical two-way communication proved highly effective in minimizing technical misunderstandings. Through optimizing visual media, enforcing concrete numerical instructions, and fostering instant feedback on the production floor, horizontal coordination successfully reduced paint defect (reject) rates from 8–10% to 3–4% per month. In conclusion, an adaptive, responsive, and structured horizontal communication channel plays a crucial role in maintaining smooth fabrication workflows and ensuring consistent quality in manufacturing products.
Representasi Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Kami Belum Tentu Karya Feast Nabila Nur Ilmi; Ruhimat Ruhimat; Koesworo Setiawan
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1484

Abstract

Musik secara universal sering kali dianggap sebagai medium ekspresi artistik yang memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan gagasan serta emosi mendalam dari penciptanya Namun dalam perkembangannya musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan melainkan juga menjadi media kritik sosial yang mampu merefleksikan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam representasi kritik sosial yang terkandung dalam teks lirik lagu Kami Belum Tentu karya grup musik Feast Lagu tersebut dipilih karena memuat berbagai narasi yang merepresentasikan keresahan generasi muda terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia Pendekatan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes yang membedakan proses pemaknaan ke dalam dua tingkatan utama yaitu denotasi sebagai makna literal dan konotasi sebagai makna yang dipengaruhi oleh konteks sosial budaya serta ideologi tertentu Pada tahap selanjutnya makna makna tersebut membentuk mitos yang merepresentasikan pandangan atau keyakinan yang berkembang di masyarakat Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa kata frasa dan kalimat dalam lirik lagu Kami Belum Tentu Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan teknik catat untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan tanda tanda linguistik yang mengandung unsur kritik sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan kritik sosial politik yang tajam dan relevan dengan dinamika politik kontemporer di Indonesia Kritik tersebut mencakup skeptisisme generasi muda terhadap janji kampanye politik kritik terhadap pencitraan dan retorika elite politik serta penolakan terhadap dominasi generasi tua dalam menentukan arah kebijakan publik Berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes tanda tanda yang terdapat dalam lirik lagu ini membangun mitos mengenai ketimpangan relasi kuasa dan krisis representasi politik sekaligus menjadi bentuk perlawanan simbolik terhadap praktik praktik politik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat khususnya generasi muda