Hesti Aisyah Putri
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Hesti Aisyah Putri; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.16

Abstract

Wasting merupakan salah satu kekurangan gizi yang mencerminkan berat badan anak yang terlalu kurus menurut tinggi badannya. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,1%. Dampak dari wasting berupa gangguan kognitif bahkan peningkatan risiko kematian. Pola pemberian makan adalah perilaku penting yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi sebanyak 393 balita dengan sampel sebanyak 44 sampel, meliputi 11 balita wasting dan 33 balita dengan status gizi normal. Pengambilan sampel pada kelompok kontrol menggunakan teknik systematic random sampling. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ). Sedangkan data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran antropometri. Analisis univariat dan bivariat dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat signifikan α = 0.05. Pola pemberian makan pada kelompok kasus ditemukan 81.8% memiliki pola pemberian makan tidak tepat sementara pada kelompok kontrol sebanyak 39.4%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting (p-value 0,037) dan OR = 6.923 dengan CI 95% = 1.285 – 37,287. Pola pemberian makan yang tidak tepat lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan pada kelompok kontrol.