Rini Handayani
Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Aceh, Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji aktivitas antioksidan teh herbal daun anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) Cut Riska Aura; Rini Handayani; Rina Kurniaty; Azmalina Adriani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.17

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Salah satu tanaman yang dapat menangkal radikal bebas adalah tanaman daun Anting-anting (Acalypha indica L.) yang banyak digunakan sebagai obat alternatif. Daun Anting-anting (Acalypha indica L.) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolat yang berguna sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan teh herbal daun anting-anting yang mengandung antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas antioksidan teh herbal daun Anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan vitamin C sebagai kontrol positif. DPPH merupakan senyawa radikal bebas. Percobaan dilakukan dengan teh herbal daun anting-anting dengan lima konsentrasi yang berbeda yaitu 2, 4, 6, 8, 10 ppm. Sampel dari masing-masing konsentrasi dibiarkan bereaksi dengan senyawa DPPH, setelah itu diukur nilai absorbansinya dengan spektrofotometri UV Vis pada λ 517 nm. Berdasarkan hasil tersebut, teh herbal daun anting-anting memiliki nilai IC50 sebesar 137,068 µg/mL yang tergolong moderat dan vitamin C memberikan nilai IC50 sebesar 19,364 µg/mL yang tergolong sangat aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teh herbal daun anting-anting memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dalam menangkal radikal bebas.
Uji daya aktivitas antelmintik perasan daun pala (Myristica fragrans houtt) terhadap cacing gelang ayam (Ascaridia galli) secara in vitro Nelsa Arahma; Rini Handayani; Vonna Aulianshah; Noni Zakiah
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.19

Abstract

Antelmintik adalah obat yang dapat mematikan atau melumpuhkan cacing dalam usus manusia atau hewan sehingga cacing dapat dikeluarkan bersama dengan kotoran atau feses. Daun pala (Myristica fragrans Houtt) mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, dan fenolik yang berkhasiat sebagai antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dapat mengakibatkan mortalitas terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro dengan konsentrasi 10%; 20%; dan 30%. Kontrol negatif menggunakan NaCl 0.9% dan kontrol positif menggunakan pirantel pamoat 0.5%. Cacing Ascaridia galli sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan pengamatan setiap 12 jam selama 36 jam pada inkubator dengan suhu 37⁰C. Setiap 12 jam sekali cacing Ascaridia galli yang sudah tidak bergerak dicelupkan pada air hangat dengan suhu 50⁰C, apabila setelah dicelupkan cacing kembali bergerak maka dinyatakan hanya mengalami paralisis, namun apabila cacing tidak bergerak lagi maka cacing tersebut dinyatakan telah mati. Perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dengan konsentrasi 10%; 20%; dan 30% pasca inkubasi selama 36 jam dapat menyebabkan kematian. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbedaan konsentrasi perasan daun pala menunjukkan perbedaan mortalitas, dimana persentase kematian terbesar berada pada konsentrasi 30% yaitu sebanyak 100% cacing mati dan disusul dengan konsentrasi 10%; dan 20% yaitu sebanyak 80% cacing mati. Kesimpulan, persentase kematian ini membuktikan bahwa perasan daun pala efektif berkhasiat sebagai antelmintik karena dapat mempercepat kematian cacing dengan perasan daun pala dibandingkan dengan NaCl sebanyak 60% cacing mati.