Sugiharto
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI TAUHID, AMANAH DAN TRANSPARANSI DALAM PRODUKSI BROWNIES KUKUS KEWIRAUSAHAAN Davina Felarisha; Zaskia Syifa Aida; Dimas Putra Utomo; Aryo Putra Maliki; Dava Dwi Aditya Fikriansyah; Sugiharto
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.260

Abstract

This research examines how to principles of monotheism, trustworthiness, and transparency are applied within the production activities of steamed brownies as an expression of Islamic value- oriented entrepreneurship. The study is grounded in the growing relevance of spiritual values and ethical conduct in business practices, especially in the micro, small, and medium enterprise sector, which continues to encounter issues related to consumer. A qualitative methodology was employed using a case study approach focused on a steamed brownie business unit. Data were obtained through direct observation of production activities, depth in interviews with relevant stakeholders, and the review of business documentation. The finding indicate that the value of tauhid is manifested in business practices that position production activities as an act of worship, reflected in the careful selection of halal raw materials and the commitment to honesty throughout the manufacturing process. The value of amanah is reflected in the consistency of product quality, timely production, and responsibility for consumer orders. Meanwhile, the value of transparency is realized through openness regarding ingredient composition, production processes, and pricing. The implementation of these three values has been proven to contribute directly to increased consumer trust and business sustainability. This study concludes that the integration of the values of tauhid, amanah, and transparency is an important foundation in building ethical entrepreneurship with strong competitiveness.
Profesionalisasi Manajemen Masjid Berbasis Analisis SWOT Dan Maqashid Syariah Alifah Putri Hafidzoh; Triananda Labiba Mumtazah; Alfianto Prabowo; Mardiyah Mumthahanah; M. Rizqi Ulil A'mal; Ziyad Riziq; Sugiharto
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 7 (2026): IJEMA - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan institusi keumatan yang memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat. Di era modern, pengelolaan masjid menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari urbanisasi, perkembangan teknologi digital, perubahan gaya hidup, hingga menurunnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep strategi manajemen masjid melalui pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas pengelolaan masjid, serta merumuskan strategi yang adaptif, islami, dan berbasis maqashid syariah. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2026 menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap berbagai referensi manajemen strategis dan manajemen masjid. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor internal kunci meliputi kapasitas sumber daya manusia dan kepemimpinan takmir, akuntabilitas keuangan, serta kelengkapan sarana prasarana; sementara faktor eksternal mencakup regulasi pemerintah, transformasi digital, dan dinamika sosial masyarakat. Strategi yang direkomendasikan meliputi strategi intensif (penguatan program dakwah), strategi integrasi (sinergi fungsi masjid), dan strategi diversifikasi (pengembangan unit ekonomi produktif) yang seluruhnya berpijak pada kerangka maqashid syariah. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya profesionalisasi manajemen masjid yang berorientasi tidak hanya pada efisiensi teknis, tetapi juga pada kualitas kebermanfaatan dan peningkatan kualitas hidup umat secara menyeluruh