Devi Hadi Puspita
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi usability media pembelajaran digital pada pembelajaran siklus air: perspektif guru sekolah dasar Devi Hadi Puspita; Yunus Abidin; Dede Trie Kurniawan; Yeni Yuniarti
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020267070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat usability media pembelajaran digital yang digunakan dalam pembelajran siklus air di Kelas V Sekolah Dasar pada tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat, dengan menerapkan System Usability Scale (SUS) sebagai instrumen pengukuran yang telah divalidasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitif deskriptif dengan melibatkan 80 guru kelas V dari 34 Sekolah Dasar di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria telah menggunakan media tersebut dalam pembelajran siklus air. Instrumen SUS versi Bahasa Indonesia (Sharfina & Santoso, 2016) yang digunakan menunjukkan reliabilitas tinggi (Cronvach’s alpha = 0,826) untuk konteks penelitian ini. Hasil menunjukkan skor rata-rata SUS sebesar 73, 34, lebih tinggi dari acuan internasional (68), dan termasuk kategori “baik” (Grade B-Acceptable). Namun klasifikasi Net Promoter Score (NPS) menjunjukkan mayoritas responden berada pada kategori passive, mengindikasikan tingkat usability yang dapat diterima namun belum disertai antusiasme pengguna yang tinggi. Temuan ini melengkapi studi usability media berbasis web sejenis dengan menghadirkan bukti spesifik pada konteks materi siklus air dan menegaskan bahwa skor usability yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan loyalitas pengguna, sehingga pengembangan media pembelajaran digital berikutnya perlu memperhatikan keterlibatan emosional pengguna, tidak hanya kemudahan teknis.