Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Terhadap Jual Beli Akun Netflix Sharing Dalam Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Alya Zulfana Rahman; Moh Hatta
Journal Law and Government Vol 4, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jlag.v4i1.38964

Abstract

Fenomena jual beli akun Netflix dengan sistem sharing semakin marak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan hiburan digital yang terjangkau. Praktik ini umumnya dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan kontraktual dengan Netflix dan menawarkan akses dengan harga murah melalui media sosial maupun marketplace. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan yuridis karena pembagian akun di luar satu rumah tangga bertentangan dengan ketentuan lisensi Netflix, serta berpotensi melanggar hukum perdata, ketentuan hak cipta, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis legalitas jual beli akun Netflix sharing menurut hukum positif Indonesia, kedudukan para pihak dalam perspektif perlindungan konsumen, serta kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip fikih muamalah. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi akun sharing melanggar syarat objektif perjanjian, berpotensi merupakan pelanggaran hak cipta, serta mengabaikan hak konsumen atas informasi dan jaminan layanan. Dalam perspektif hukum Islam, transaksi ini mengandung unsur gharar, tadlis, serta pelanggaran haq al-intifā’, sehingga tergolong akad tidak sah. Dengan demikian, baik hukum Islam maupun hukum positif memandang praktik tersebut tidak layak dipertahankan secara hukum.
STRATEGI DIGITALISASI DALAM PENGEMBANGAN POTENSI UMKM DESA LEBAKREJO, KECAMATAN PURWODADI Moh Hatta; Dita Nisaul Hidayah; Dwi Astarina Widya Kinanti; Lailatus Syafa'ah; Udmi Sayyidah; Muhammad Satrio Wibowo Zaki
ANALISIS Vol. 16 No. 01 (2026): ANALISIS VOLUME 16 NO. 01 TAHUN 2026
Publisher : FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS FLORES UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/als.v16i01.7724

Abstract

The Community Service Program (KKN) of group 37 UIN Sunan Ampel Surabaya was carried out in Lebakrejo Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency. This village has great potential in the field of MSMEs, especially in the production of processed foods such as banana chips, cassava chips, various market snacks, and traditional herbal medicines. However, MSME players in this village face several challenges, such as limited capital, low understanding of digital marketing, lack of product innovation, and unfulfilled business legality such as NIB and PIRT. Seeing these conditions, KKN students carried out empowerment using the Participatory Action Research (PAR) approach, which involves the community in the process of identifying problems and finding solutions. Several programs were implemented, including MSME mapping, digital marketing and FGD training, business digitization (creation of business accounts, Google Maps, Instagram), creation of business signboards, and provision of basic food supplies. The results of the activities showed that some MSME players began to be open to the use of technology and began to understand the importance of online promotion and product innovation. This program also opened up space for closer dialogue and mentoring between students and the community. Despite the limited implementation time, this activity made an initial contribution to encouraging village MSMEs to develop further, become more independent, and be ready to compete in a wider market.