Fitriani Nurdin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi pada Baduta Di RSUD Polewali Mandar Fitriani Nurdin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang dipengaruhi oleh status gizi ibu saat mengandung. Ketika status gizi ibu kurang maka dapat mempengaruhi status gizi bayi (BBLR). Status gizi balita juga dipengaruhi dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi saat usia 0 sampai 5 bulan 29 hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada baduta di wilayah kerja RSUD Polewali Mandar tahun 2023. Metoda Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki baduta di Wilayah Kerja RSUD Polewali mandar tahun 2023. Hasil univariat menunjukkan distribusi responden berdasarkan status gizi didapatkan paling dominan status gizi baik. Distribusi responden berdasarkan riwayat berat badan lahir didapatkan paling dominan berat badan lahir normal. Distribusi responden berdasarkan riwayat ASI eksklusif didapatkan paling dominan mendapatkan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat menunjukkan status gizi terhadap riwayat berat badan lahir p = 0,008 < 0,05, status gizi terhadap riwayat pemberian ASI eksklusif p = 0,084 > 0,05 sehingga disimpulkan terdapat pengaruh riwayat berat badan lahir terhadap status gizi dan tidak terdapat pengaruh riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja RSUD Polewali mandar tahun 2023. Disarankan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan tentang faktor kejadian BBLR.
Gambaran Umum Hasil Kehamilan Berdasarkan Metode Persalinan pada Ibu Hamil Anemia di RSUD Kabupaten Majene Tahun 2024 Fitriani Nurdin; Darmin Dina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Anemia pada ibu hamil merupakan suatu kondisi yang terjadi selama masa kehamilan yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi pada ibu. Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis tersebut berbeda pada setiap orang, dimana dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan. Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL.Anemia pada kehamilan merupakan suatu kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11g/dl pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar Hb < 10,5g/dl (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Apabila kondisi anemia yang dialami ibu hamil tersebut berlanjut tanpa adanya terapi yang tepat, maka ibu hamil akan mengalami kondisi masalah persalinan yang akan berdampak pada luaran kehamilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luaran kehamilan berdasarkan cara persalinan pada ibu hamil dengan anemia di RSUD Kabupaten MAJENE Tahun 2023. Metode Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian diperoleh dari ibu hamil yang berkunjung ke RSUD Madyang Kota MAJENE pada trimester III dan akan menghadapi proses persalinan. Data diambil pada tahun 2023. Jumlah responden sebanyak 420 ibu hamil dengan anemia dari total kunjungan ibu hamil sebanyak 1.147 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luaran kehamilan berdasarkan metode persalinan pada ibu hamil anemia di RSUD Kabupaten Majene tahun 2023 yaitu Ibu hamil terbanyak mengalami persalinan dengan bantuan yaitu 50% persalinan dengan operasi Sectio Cesarea (SC) dan 27,8% melalui induksi persalinan. Sedangkan ibu hamil anemia hanya sebagian kecil saja yang memiliki luaran persalinan dengan metode persalinan normal yaitu sebesar 22,2%.Kesimpulan ditujukan untuk meningkatkan program promotif dan preventif pada kelompok khusus seperti ibu hamil untuk meningkatkan upaya pencegahan terhadap anemia.