Darmin Dina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Yang Berkunjung Di Puskesmas Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Darmin Dina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.874 KB) | DOI: 10.56467/jptk.v5i1.4

Abstract

Salah satu langkah dalam pencapaian target Millenium Development Goals/ MDG‟s (Goal ke-4) adalah menurunkan kematian anak menjadi 2/3 bagian dari tahun 1990 sampai pada 2015. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden yang diperoleh dengan menggunakan Accidental sampling dan diuji dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p=1,000), konsumsi air minum dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,694) dan susu formula dengan kejadian diare pada anak (p=0,633). Diharapkan kepada masyarakat khususnya pada ibu untuk memanfaatkan dengan baik pengetahuan apapun yang telah didapatkan sehingga dapat berpengaruh kepada sikap dan tindakan yang dilakukan. Tidak hanya sekedar tahu kemudian tidak mempraktekkan apa yang telah diketahui.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita yang Berkunjung di Kabupaten Majene Tahun 2022 Darmin Dina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/jptk.v5i2.36

Abstract

Salah satu langkah dalam pencapaian target Millenium Development Goals/ MDG’s (Goal ke-4) adalah menurunkan kematian anak menjadi 2/3 bagian dari tahun 1990 sampai pada 2015. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), Studi Mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden yang diperoleh dengan menggunakan Accidental sampling dan diuji dengan menggunakan uji Chi Square.Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p=1,000), konsumsi air minum dengan kejadian diare pada anak balita (p=0,694) dan susu formula dengan kejadian diare pada anak (p=0,633).Diharapkan kepada masyarakat khususnya pada ibu untuk memanfaatkan dengan baik pengetahuan apapun yang telah didapatkan sehingga dapat berpengaruh kepada sikap dan tindakan yang dilakukan. Tidak hanya sekedar tahu kemudian tidak mempraktekkan apa yang telah diketahui.
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Darmin Dina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/jptk.v6i1.51

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dimulai dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pembuahan sampai mencapai dewasa muda. Pada masa tumbuh kembang ini, pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti perawatan dan makanan bergizi yang diberikan dengan penuh kasih sayang dapat membentuk sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. (Depkes, 2002). Pembangunan kesehatan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat, dan mandiri, serta mempertinggi derajat kesehatan dan gizi masyarakat dalam rangka peningkatan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Peningkatan ini diupayakan melalui perbaikan kesehatan masyarakat yang meliputi perbaikan gizi, penyuluhan kesehatan, penyehatan lingkungan, dan pelayanan kesehatan ibu dan anak. (Depkes, 2018). Pada era global yang penuh kompetisi dalam penguasaan ilmu dan teknologi diperlukan kualitas manusia yang handal. Strategi pencapaian manusia yang berkualitas adalah melalui Indonesia sehat 2022. Indikatornya adalah manusia yang mampu hidup lama (terukur dengan umur harapan hidup), menikmati hidup sehat (terukur dengan angka kesakitan dan kurang gizi), hidup dengan sejahtera (terukur dengan tingkat pendapatan perkapita yang cukup memadai atau bebas kemiskinan), dan mempunyai kesempatan meningkatkan ilmu pengetahuan (terukur dengan angka melek huruf dan tingkat pendidikan). (Baliwati, dkk, 2004).Metode : Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, untuk melihat hubungan variabel independen (status gizi, tingkat pendidikan terakhir orang tua) terhadap variabel dependen (prestasi belajar siswa) diobservasi sekaligus pada waktu yang sama. Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 046 Parattean Desa Kelapa Dua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 01 Juli 2022 sampai dengan tanggal 01 Agustus 2022. Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD Negeri 046 Parattean sebanyak 67 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah bagian dari populasi yang diambil sebahagian dari siswa SD Negeri 046 Parattean. Sampel yang diperoleh. Hasil : Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square tidak dapat digunakan karena ada 2 sel yang kurang dari 5, maka digunakan uji fisher exact test pada penelitian ini diperoleh X2 hitung = 7,637 sedangkan X2 tabel dengan dk 1= 3,841 yang berarti X2 hitung > X2 tabel. Sedangkan berdasarkan nilai p, didapatkan p = 0,014 dengan taraf signifikan α = 0,05, yang berarti p < α , hal ini menunjukkan H0 ditolak atau Ha diterima. Dengan demikian ada hubungan antara status gizi dengan dengan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil uji fisher exact test diperoleh nilai r = 0,377 dan skor ideal 1,000 yang berarti bahwa hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa dikategorikan lemah dengan KD = (r)2 x 100% yaitu (0,377)2 x 100% = 14%, hal ini berarti bahwa status gizi memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 14% dan sisanya 86% ditentukan oleh variabel lain. Pembahasan : Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa dari 46 responden, sebanyak 38 (82,6%) yang mempunyai status gizi normal, ada 8 (17,4%) yang masuk dalam kategori status gizi kurus. Sedangkan untuk prestasi belajar, maka hasil penelitian didapatkan sebanyak 26 (56,5%) yang mempunyai prestasi belajar baik dan 20 (43,5%) yang mempunyai prestasi belajar cukup. Dari 26 (56,5%) yang mempunyai prestasi belajar baik, sebanyak 1 (4%) yang mempunyai status gizi kurus, dan 25 (96%) yang mempunyai status gizi normal. Sedangkan responden yang mempunyai prestasi belajar cukup sebanyak 20 (43,5%), yang mempunyai status gizi kurus sebanyak 7 (35%) dan 13 (65%) yang mempunyai status gizi normal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa. Hal ini diperoleh dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji fisher exact test, dimana diperoleh X2 hitung = 7,637 sedangkan X2 tabel = 3,841 yang berarti X2 hitung > X2 tabel. Nilai p = 0,014 dengan taraf signifikan α = 0,05, yang berarti p < α, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil uji fisher exact test diperoleh nilai r = 0,377 dan skor ideal 1,000 yang berarti bahwa hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa dikategorikan lemah dengan KD= r2 x 100% yaitu (0,377)2 x 100% = 14%, hal ini berarti bahwa status gizi memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 14% dan sisanya 86% ditentukan oleh variabel lain. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri No.046 Pararttean Desa Kelapa Dua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar tahun 2022, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ada hubungan antara status gizi siswa dengan prestasi belajar siswa, dengan kategori lemah yaitu 14%. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terakhir bapak dengan prestasi belajar siswa. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan terakhir ibu dengan prestasi belajar siswa.
Asuhan Kebidanan Pada Ny ”K’’ Dengan Retensio Plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Majene Arfah; Darmin Dina; Sukmawati Sulfakar
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2023): Delima: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v1i1.71

Abstract

Pendahuluan : Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub – Saharan 179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka kematian ibu di negara – negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 49 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 26 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 27 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 per 100.000 kelahiran hidup. Metode : Studi Pustaka dilakukan Penulis dengan membaca dan mempelajari buku – buku serta literal yang berhubungan dengan kasus retensio plasenta. Kemudian melakukan Studi Kasus dengan menggunakan teknik : anamneses, observasi, pemeriksaan fisik ,pengkasian psikososial dan studi dokumentasi. Hasil Diagnosa: Inpartu Kala III dengan Retensio Plasenta dan Masalah Kecemasan karena plasentanya belum lahir setelah 30 menit lahirnya bayi Pembahasan : Sebelum menegakkan diagnose penulis melakukan pengkasian data kemudian di analisis untuk mendapatkan diagnose dan masalah setelah itu dalam pembahasan ini antara teoro dan asuhan yang diberikan di rumah sakit Umum Daerah Majene tidak terdapat kesenjangan. Kesimpulan Dari kasus retensio plasenta petugas harus memiliki keterampilan yang cukup dalam mengatasi kasus tersebut karena jika kasus tersebut tidak tertangani maka kasus pendarahan bisa terjadi pada ibu.
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting Dina, Darmin; Nurhasanah, Siti; Suharni, Suharni
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2023): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v1i2.137

Abstract

Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak lain merupakan generasi Zilenial (remaja usia 10-24 tahun). Program ketahanan remaja harus didesain dan dilaksanakan berdasarkan prinsip pelibatan remaja secara bermakna (meaningful Youth Participation). Remaja harus benar benar menjadi subjek, tahapan program mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi (Nasional, 2020).Dirintis di tahun 2005, pada 2007 mulai dibentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) seiring dengan komitmen untuk memperhatikan kesehatan dan hak-hak reproduksi dalam program BKKN. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) merupakan wadah kegiatan yang dikelolah dari, oleh dan untuk remaja sebagai upaya pemberian akses informasi, pendidikan dan konseling kesehatan produksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja (Nasional, 2020).Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif untuk memahami suatu fenomena atau kejadian secara mendalam, sehingga peneliti memperoleh data yang relatif lengkap dan akurat, dan juga dilakukan interpretasi terhadap berbagai fenomena yang ditemui di lapangan dengan melakukan pengamatan untuk memperoleh informasi mengenai peran PIK Remaja dalam pencegahan Stunting di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.Waktu dan lokasi Penelitian Penelitian ini di laksanakan pada bulan April – bulan Mei tahun 2023 di Kabupaten Majene. Hasil: Peneliti mewawancarai informan dengan pertanyaan Bagaimana sistem pelaksanaan kegiatan kelompok PIK Remaja di tempat Anda? Maka di peroleh jawaban sebagai berikut:Menurut informan RA perempuan 22 tahun bahwa, “kalau saat ini PIK R pondok indah Unsulbar itu masih belum melakukan kegiatan sosialisasi atau kegiatan apapun karena memang belum aktif i kalau program PIK Runsulbar tersendiri belum ada tetapi kalau saya dan anggota-anggota PIK R yang lain biasa ji turun kelapangan tapi atas nama forum GenRe” (Saat ini PIK-R Pondok Indah UnSulbar masih belum melakukan apapun, kecuali atas nama forum jadi fasilitator).Pembahasan : Pencegahan Stunting Berdasarkan penelitian ini, stuntimg sudah tidak asing lagi bagi seluruh responden, hal ini dapat diihat dari keterangan yang telah mereka berikan bahwah Stunting adalah Stunting adalah masalah besar bagi Negara Indonesia yang akan dihadapkan dengan bonus demografi dimana produktif lebih tinggi daripada konsumtif. anak-anak Stunting cenderung memiliki kesehatan yang kurang baik sehingga nantinya akan sulit bersaing di dunia kerja maupun pendidikan dan Indonesia sendiri memiliki tingakat prevalensi Stunting yang sangat tinggi. Stunting ini isu kependudukan yang sangat trending sekarang apalagi pak Jokowi menginginkan penurunan karena di Sulawesi Barat menduduki posisi ke dua setelah NTT.Terus kasus di Majene posisi kedua setelah polewali Mandar jadi salah satu penyumbang terbanyak anak Stunting adalah anak pelaku pernikahan usia anak. Stunting dikhususkan kepada ibu-ibu hamil yang menikah diusia dini dan anaknya kekurangan gizi,karena gizi yang didapati oleh remaja yang kepada anaknya sehingga dapat terjadi Stunting. Kesimpulan Kehamilan pada remaja perlu dihindari sebagai remaja belum saatnya bagi remaja untuk hamil karena masih dalam proses pertumbuhan, karena pada saat keadaan hamil remaja sangat memerlukan nutrisi pada pertumbuhannya dan juga perkembangan janinnya, jadi akan mengalami perebutan gizi antara ibu dan janin dan remaja pun belum paham mengenai pola asuh pasti akan berbeda kapasitasnya seorang ibu yang telah siap mempersiapkan kehamilan dengan anak remaja yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.
Asuhan Kebidanan pada Ny “M” Kehamilan dengan Hipertensi Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas Batupanga Kecamatan Luyo Hasmidar, Hasmidar; Dina, Darmin; Dewi, Risna Sari
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2023): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v1i2.139

Abstract

Masa kehamilan adalah di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Asuhan kebidana komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dari mulai hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir sampai keluarga berencana. Asuhan kebidanan ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi pada seorang wanita semenjak hamil, bersalin,nifas, bayi baru lahir sampai keluarga berencana serta melatih mahasiswa dalam melaksanakan pemeriksaan, meluruskan identifikasi menurut, dugaan urusan akan bisa berlangsung, memastikan kegiatan menurut, tindakan perangcangan serta kegiatan sesuai keperluan ibu, bersama mampu memenuhi hasil terhadap kegiatan bahwa perna dilaksanakan. (Nurul jannah, 2018). Metoda Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dalam bentuk study kasus, dimana penelitian ini dilakukan dengan fokus terhadap satu responden yang dikaji secara berkelanjutan. Peneliti mengambil respondens yang bernama NY”M” yang dikaji mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan keluarga berencana, Hasil G2P1A0,gestasi 36 minggu 6 hari,Punggung kanan, Persentase kepala, Bergerak atas panggul, Intra Uterine,Tunggal, Hidup, Keadaan ibu baik,keadaan bayi baik. Adapun hasil pada asuhan persalinan diperoleh, umur kehamilan 39 minggu 2 hari, intra uterine, janin tunggal, hidup, situs memanjang (PUKA), presentasi belakang kepala, BDP, keadaan janin baik, dan keadaan ibu dengan hipertensi ringan inpartu kala I fase aktif. Berlangsungnya kala II, keadaan ibu dan janin/bayi baik. Berlangsungnya kala III persalinan, keadaan ibu dan bayi baik. Kala IV persalinan, keadaan ibu dan bayi baik. bayi cukup bulan / sesuai masa kehamilan hari pertama umur 0 hari. Post partum hari pertama. Akseptor KB suntik 3 bulan ( DEPO PROGESTIN ) Kesimpulan Tindakan evaluasi pada Ny “M” dengan hipertensi dalam kehamilan telah diberikan semaksimal mungkin dan sesuai standar pelayanan/ rencana asuhan kebidanan serta komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi dapat teratasi. Pendokumentasian di laksanakan pada tanggal 01 Oktober sampai 10 November 2022 di Puskesmas Batupanga sampai dengan kunjungan rumah.
Pengaruh Pemberian Garam Iodium dan Multi Mikro Nutrient pada Ibu Hamil terhadap Status Gizi Bayi Baru Lahir di Kabupaten Majene Dina, Darmin; tini, Sulastini
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 2 No. 1 (2024): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v2i1.176

Abstract

Pendahuluan:Kebutuhan gizi ibu selama hamil meningkat karena adanya perubahan fisiologis, metabolik dan anatomis, bila asupannya tidak mencukupi maka akan terjadi kekurangan zat gizi baik makro maupun mikro. Kekurangan multimikronutrien akan mempengaruhi pertumbuhan dan status anemia ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian garam beryodium dan Suplemen Multi Mikronutrien pada ibu hamil terhadap kadar hemoglobin, berat badan, kadar iodium dalam urin dan luaran kehamilan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain eksperimen yang mengontrol beberapa variabel non-eksperimental dan terdapat kelompok kontrol sebagai kelompok pembanding untuk memahami pengaruh perlakuan. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen acak dimana 200 ibu hamil dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan atau peningkatan yang signifikan pada kadar Hb (p=0.006; <0.000; <0.000), berat badan (p=0.001; <0.000; <0.000), kadar iodium (<0.001; <0.001; <0.001 ), berat badan dan panjang badan bayi (p=(<0.001; <0.001) dan lingkar tubuh (p=<0.001; 0.044; <0.001) antara kelompok yang diberi garam beryodium dan MMS dengan kelompok yang diberi MMS. Penelitian ini pada kelompok ibu hamil yang mendapat intervensi garam beryodium dan MMS, rata-rata terjadi peningkatan atau perubahan kadar HB, kadar iodium, berat badan ibu, berat badan bayi serta panjang dan lingkar perut dibandingkan dengan yang mendapat MMS. bagi ibu hamil adalah dengan rutin menjaga asupan nutrisi selama hamil terutama mengkonsumsi garam beryodium dan MMS yang bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya Kata kunci: Wanita hamil ; Garam Yodium; Suplemen Nutrisi Multi Mikro
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny ‘’R’’ dengan Multigravida di Puskesmas Pekkabat Tanggal 11 Oktober s.d 24 November 2022 Haerani, Haerani; Dina, Darmin; Farida, Farida
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 2 No. 1 (2024): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v2i1.177

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data target sasaran PWS-KIA di Puskesmas pekkabata Kabupaten Polewali, pada tahun 2021 ANC K1 sebanyak 250 jiwa (85,92%) sedangkan ANC K1 pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 255 jiwa (90,2.%). Untuk tahun 2021 ANC K4 180 jiwa (80,2%) sedangkan pada tahun 2022 ANC K4 meningkat menjadi sebesar 220 jiwa (93,58%). Tahun 2021, INC 259 jiwa (91%) sedangkan INC pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 376 jiwa (95,96%). Pada tahun 2021, PNC sebanyak 355 jiwa (82,9%,) sedangkan tahun 2022 PNC mengalami peningkatan sebanyak 388 jiwa (90,62%). Pada tahun 2021 Bayi sebanyak 359 jiwa (87,4%) dan Bayi pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 388 jiwa (93,55%). Pada tahun 2021 KB aktif sebanyak 3254 jiwa (67,1%), sedangkan pada tahun 2022 KB aktif sebanyak 3296 jiwa (76,19) dari KB aktif 2014 dan 2021 meningkat ke (67,1) menjadi (76,19). (PWS-KIA Puskesmas Pekkabata ( 2021-2022). Tujuan penelitian ini yaitu mampu memberikan Asuhan Kebidanan secara continuity of care (COC) pada Ny “R” untuk mendeteksi dini kondisi ibu sejak hamil sampai dengan KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny “R” datang memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui perkembangan janinnya dengan UK : 39 minggu 1 hari. Penatalaksanaan KIE tanda bahaya kehamilan, tanda-tanda persalinan. Asuhan terus berlanjut sampai persalinan normal, bayi perempuam lahir segera menangis asuhan berlanjut sampai nifas dan pelayanan KB. Kesimpulan: Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R berlangsung normal tanpa penyulit
Pengaruh Pengetahuan terhadap Pernikahan Dini dan Stunting di Kabupaten Majene Dina, Darmin; wardawati
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2024): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v2i2.277

Abstract

Pendahuluan Pernikahan dini merupakan pernikahan pada remaja usia di bawah 20 tahun, dimana seharusnya belum siap untuk menikah. masa ini rentang terhadap resiko kehamilan karena pernikahan usia dini bisa menyebabkan keguguran,berat bayi lahir rendah (BBLR) persalinan prematur, kejadian infeksi, anemia, kelainan bawaan, keracunan kehamilan dan kematian. Tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan terhadap sikap remaja dalam kejadian pernikahan dini di Kelas VIII SMPN 6 Majene. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII A dan kelas VII B yang berjumlah 134 dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 Clauster Random Sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa distribusi responden berdasarkan umur yang domain di dapat paling banyak adalah umur 14 tahun dan distribusi berdasarkan kelas yang domain pada kelas VIII A. Hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan terhadap sikap remaja di peroleh nilai p= 0.301 > 0.05. Simpulan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan tehadap sikap remaja dalam kejadian pernikahan dini. Siswa berpengetahuan cukup dan sikap yang baik karena siswa mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya nikah dini pada kesehatan reproduksi. Meski remaja memiliki pengetahuan cukup dan sikap yang baik disarankan kepada pihak sekolah mengadakan organisasi pusat informasi konseling remaja (PIK-R) di sekolah agar siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang serta sikap yang tidak baik dapatkan mengetahui bahaya pernikahan di usia dini. Kata kunci : Pernikahan Dini, Pengetahuan, Sikap, Remaja
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Abortus Imminens Rasmawati; darmin dina
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2024): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v2i2.278

Abstract

Pendahuluan Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Komplikasi yang dapat terjadi dalam kehamilan salah satunya adalah abortus. Komplikasi yang mungkin terjadi pada kejadian abortus diantaranya perdarahan, perforasi, infeksi dan syok. Berdasarkan data yang di dapatkan di RSUD Majene terdapat angka kejadian abortus sebanyak 23 kasus (48,9%) dari bulan September 2024. Kehamilan merupakan hal yang paling di tunggu tunggu oleh setiap Wanita karena hal tersebut merupakan penanda bahwa Wanita tersebut sehat secara reproduksi.Metode yang digunakan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir adalah laporan kasus, dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dalam bentuk pendokumentasian SOAP.Hasil Data subjektif yang diperoleh pada Ny.M usia 40 tahun hamil 9 minggu mengeluh keluar bercak darah dari jalan lahir dan merasa sedikit mula. Data objektif diperoleh, tanda-tanda vital normal. Terdapat nyeri tekan di perut bagian bawah, adanya pengeluaran darah pervaginam sebanyak 10cc dan tidak ada jaringan yang keluar. Analisa yang didapat yaitu Ny.M usia 40 tahun G3P2A0 dengan abortus imminens. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu kolaborasi dengan dokter, tirah baring, terapi obat Allylestrenol 3x5mg, tablet Fe, Asam folat, vit.D 1000iu dan memberikan support emosional.Simpulan kasus ini yaitu setelah diberikan penanganan abortus imminens sesuai dengan SOP Rumah Sakit Umum daerah Majene kehamilan Ny.M tidak dapat dipertahankan dan dilakukan kuretase tanggal 21 Agustus 2024. Saran untuk lahan praktik diharapkan tetap mempertahankan pelayanan sesuai dengan SOP khususnya pelayanan kebidanan dengan abortus. Saran bagi profesi dapat lebih meningkatkan kualitas asuhan sesuai kewenangannya. Untuk Klien ibu mampu memahami tanda bahaya kehamilan dan merencanakan metode kontrasepsi mantap. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan,Abortus Imminens, Kehamilan