Zulkifli
Sekolah Tinggi Ilmi Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Ny“L” Dengan Masalah Utama Gangguan Perspsi Sensori:Halusnasi Penglihatan Ruangan Bangsal Kenanga RSKD Dadi Provinsisulawesi Selatan masyitah ita; Zulkifli
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Halusinasi adalah salah satu gejala yang sering di temukan pada klien dengan gangguan jiwa. Halusinasi identik dengan skizofrenia, seluruh klien skizofrenia di antaranya mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi di mana pasien mempersiapakan sesuatu banyak terjadi. Suatu penerapan panca indra tanpa ada ransangan dari luar. Suatu penghayatan yang di alami seperti sutua persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksternal persepsi palsu. Berbeda dengan ilusi di mana klien mengalami persepsi sebagai suatu yang nyata. Tujuan :  untuk memahami dan menangani gejala halusinasi pada pasien dengan skizofrenia melalui pendekatan keperawatan di RSKD Dadi Makassar, khususnya pada Ny.“L”yang mengalami halusinasi penglihtan intensf. Metode : metode yang di gunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencangkup lima tahapan yaitu pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun rencana tindakan, implementasi rencana tindakan yang telah di susun, serta evaluasi terhadap hasil yang telah di lakukan.  pengumpulan data di lakukan  melalui observasi langsung,  wawancara dengan pasien,dan keluarganya, pemeriksaan fisik secara menyeluruh.Yang berlangsung dari 30 desember – 04 januari akurat. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang dilakukan, seperti komunikasi empatik dan dukungan terapeutik, berhasil meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasinya, sehingga memungkinkan pasien untuk lebih tenang dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Masalah keperawatan pada pasien yang diidentifikasi mencakup halusinasi penglihatan , harga diri rendah, ganguan alam perasaan, resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan : penelitian ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis keperawatan efektif dalam membantu pasien skizofrenia mengatasi halusinasi, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat kepercayaan diri pasien dalam menghadapi kondisi psikologisnya.
Asuhan Keperawatan Pada Klien An. “N” Dengan Diagnosa Medis Post Op Apendisitis Hari Ke Dua di Ruang Perawatan Bedah RSUD Daya Kota Makassar Tanggal 10-12 Desember 2024 Nurfadilah; Zulkifli; Yulianah Sulaiman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Apendisitis merupakan penyebab utama nyeri abdomen akut yang sering membutuhkan tindakan pembedahan darurat. Apendektomi sebagai penatalaksanaan standar dapat menimbulkan berbagai masalah keperawatan, khususnya nyeri, risiko infeksi, gangguan mobilitas, serta personal hygiene. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada klien post operasi apendisitis hari kedua di ruang bedah RSUD Daya Makassar. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil : Pengkajian menunjukkan adanya keluhan nyeri pada area insisi dengan intensitas sedang (skala 2/5), risiko infeksi, keterbatasan mobilitas dan gangguan personal hygiene. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasive, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan tidakbugaran fisik, serta gangguan personal hygiene akibat penurunan motivasi/minat. Intervensi dilakukan melalui manajemen nyeri, perawatan luka untuk pencegahan infeksi, latihan mobilisasi dini, serta edukasi pasien dan keluarga terkait perawatan diri. Implementasi dilaksanakan selama tiga hari perawatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan nyeri, peningkatan kemampuan bergerak, berkurangnya tanda ansietas, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Kesimpulan : penelitian ini adalah bahwa asuhan keperawatan yang komprehensif, terstruktur, dan berkesinambungan mampu mempercepat pemulihan pasien pasca operasi apendisitis. Perawat diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan pada pasien post operasi.