Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TELAAH KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TUJUAN PEMBELAJARAN: Analisis Kualitas Dan Relevansi (Studi kasus di SMP Darussalam Cimanggu) Budi Budi; Muhammad Nur Rizal
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Pendidikan Agama
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/ib.v3i2.443

Abstract

The Islamic Education Curriculum (PAI) plays a strategic role in shaping generations who are faithful, knowledgeable, and moral. However, the current PAI curriculum still has several weaknesses, such as the mismatch between learning objectives and learning materials, as well as ineffective learning evaluations. Therefore, a review of the PAI curriculum based on learning objectives is necessary to ensure its suitability and quality. This study aims to analyze the suitability and quality of the PAI curriculum based on learning objectives at SMP Darussalam Cimanggu. This research uses qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques involve taking data sources obtained from the field in the form of PAI curriculum documents, interviews with PAI teachers and school principals, and classroom observations. The data sources were analyzed and conclusions were drawn. The results of this study indicate that the PAI curriculum needs to be improved to ensure the suitability of learning objectives and learning materials. PAI learning assessments need to be improved to ensure the suitability of learning objectives and evaluation. The use of varied assessment techniques and valid and reliable assessment instruments is crucial to ensure accurate and reliable assessment results. Periodic evaluation of the PAI curriculum is essential to ensure that the curriculum is effective and relevant to the needs of students and society. Keywords: Review, PAI Curriculum, Learning Objectives. Abstrak: Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Namun, kurikulum PAI saat ini masih memiliki beberapa kelemahan, seperti ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran yang belum efektif. Oleh karena itu, diperlukan telaah kurikulum PAI berbasis tujuan pembelajaran untuk memastikan kesesuaian dan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dan kualitas kurikulum PAI berbasis tujuan pembelajaran di SMP Darussalam Cimanggu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan dengan mengambil sumber data yang diperoleh dari lapangan berupa dokumen kurikulum PAI, wawancara dengan guru PAI dan kepala sekolah, serta observasi dikelas. Sumber data ditelaah dan di analisis untuk diambil kesimpulan. hasil penelitinan ini adalah Kurikulum PAI perlu diperbaiki untuk memastikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Penilaian pembelajaran PAI perlu diperbaiki untuk memastikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan teknik penilaian yang beragam dan instrument penilaian yang valid dan reliabel sangat penting untuk memastikan hasil penilaian yang akurat dan dapat diandalkan. Evaluasi kurikulum PAI secara berkala sangat penting untuk memastikan bahwa kurikulum tersebut efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa dan masyarakat. Kata Kunci: Telaaah, kurikulum PAI, Tujuan pembelajaran
Rekonstruksi Nilai Pendidikan Spiritual Imam Al-Ghazali dalam Penguatan Karakter Anak di Era Digital Nur Ali Subhan; Muhammad Nur Rizal; Budi Budi; Nur Khamid Al Mi’roj
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1074

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Kemudahan akses terhadap informasi, media sosial, dan berbagai bentuk hiburan digital di satu sisi membuka peluang pembelajaran, tetapi di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa degradasi moral, menurunnya empati, kecanduan gawai, serta melemahnya kesadaran spiritual. Penguatan karakter anak memerlukan fondasi pendidikan yang mampu mengintegrasikan aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai pendidikan spiritual dalam pemikiran Imam Al-Ghazali serta menganalisis relevansinya terhadap penguatan karakter anak di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode penelitian tokoh. Data primer diperoleh dari karya-karya Imam Al-Ghazali, terutama Ihya' Ulum al-Din, Ayyuha al-Walad, dan Bidayat al-Hidayah. Data sekunder berasal dari artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep utama pendidikan spiritual menurut Imam Al-Ghazali dibangun atas nilai penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs).  Nilai tersebut dapat direkonstruksi menjadi kerangka konseptual dalam penguatan karakter anak melalui sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat di era digital.
Manajemen Program Kompetensi Spiritual Siswa Melalui Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (Penelitian di SMAN 24 Kota Bandung) Muhammad Anis Fuadi; Budi Budi; Muhammad Nur Rizal; Dede Nur Zaman
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kompetensi spiritual peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu strategi sekolah dalam memperkuat pembentukan karakter dan nilai-nilai religius. Penelitian ini fokus menganalisis pengelolaan program ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis), mengidentifikasi dampaknya terhadap pengembangan nilai moral religius peserta didik, serta mengkaji faktor-faktor yang mendukung pelaksanaannya di SMA Negeri 24 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina Rohis, dan peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program Rohis telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan di luar jam pembelajaran dengan materi yang sesuai serta evaluasi berkala mendukung efektivitas program. Implementasi program memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran beribadah, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kemampuan peserta didik menghindari pengaruh negatif. Keberhasilan program didukung oleh tingginya minat dan antusiasme peserta didik, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan program Rohis yang terencana dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi spiritual dan nilai moral religius peserta didik.
Penguatan Literasi Digital dan Narasi Pergerakan Melalui Pelatihan Media Digital Bagi Kader GP Ansor Muhammad Anis Fuadi; Muhammad Nur Rizal; Budi Budi; Dede Nur Zaman
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1070

Abstract

Perkembangan media digital menuntut organisasi kepemudaan memiliki kompetensi literasi digital dan kemampuan membangun narasi organisasi yang efektif. Namun, kader GP Ansor tingkat PAC Kecamatan Sokaraja masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, kaderisasi, dan komunikasi organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi digital dan kemampuan menyusun narasi pergerakan melalui pelatihan media digital bagi kader GP Ansor. Metode yang digunakan adalah Service Learning dengan pendekatan pelatihan, workshop, praktik pembuatan konten media sosial, dan pendampingan daring. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui observasi dan wawancara kebutuhan mitra, pelaksanaan pelatihan literasi digital dan narasi pergerakan, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat tingkat yang diisi oleh 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh rata-rata skor 3,65 dari skor maksimal 4 dengan kategori sangat baik. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai literasi digital, kemampuan membedakan hoaks dan disinformasi, etika bermedia digital, keterampilan membuat konten media sosial, kemampuan menyusun narasi positif berbasis nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan, serta motivasi memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi organisasi. Dengan demikian, pelatihan media digital terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader GP Ansor sebagai agen literasi digital dan penyebar narasi positif sehingga program serupa layak dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi publik organisasi di era digital.