Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Program Kompetensi Spiritual Siswa Melalui Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (Penelitian di SMAN 24 Kota Bandung) Muhammad Anis Fuadi; Budi Budi; Muhammad Nur Rizal; Dede Nur Zaman
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kompetensi spiritual peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu strategi sekolah dalam memperkuat pembentukan karakter dan nilai-nilai religius. Penelitian ini fokus menganalisis pengelolaan program ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis), mengidentifikasi dampaknya terhadap pengembangan nilai moral religius peserta didik, serta mengkaji faktor-faktor yang mendukung pelaksanaannya di SMA Negeri 24 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina Rohis, dan peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program Rohis telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Pelaksanaan kegiatan di luar jam pembelajaran dengan materi yang sesuai serta evaluasi berkala mendukung efektivitas program. Implementasi program memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran beribadah, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kemampuan peserta didik menghindari pengaruh negatif. Keberhasilan program didukung oleh tingginya minat dan antusiasme peserta didik, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan program Rohis yang terencana dan berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi spiritual dan nilai moral religius peserta didik.
Penguatan Literasi Digital dan Narasi Pergerakan Melalui Pelatihan Media Digital Bagi Kader GP Ansor Muhammad Anis Fuadi; Muhammad Nur Rizal; Budi Budi; Dede Nur Zaman
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1070

Abstract

Perkembangan media digital menuntut organisasi kepemudaan memiliki kompetensi literasi digital dan kemampuan membangun narasi organisasi yang efektif. Namun, kader GP Ansor tingkat PAC Kecamatan Sokaraja masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, kaderisasi, dan komunikasi organisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi literasi digital dan kemampuan menyusun narasi pergerakan melalui pelatihan media digital bagi kader GP Ansor. Metode yang digunakan adalah Service Learning dengan pendekatan pelatihan, workshop, praktik pembuatan konten media sosial, dan pendampingan daring. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui observasi dan wawancara kebutuhan mitra, pelaksanaan pelatihan literasi digital dan narasi pergerakan, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat tingkat yang diisi oleh 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh rata-rata skor 3,65 dari skor maksimal 4 dengan kategori sangat baik. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai literasi digital, kemampuan membedakan hoaks dan disinformasi, etika bermedia digital, keterampilan membuat konten media sosial, kemampuan menyusun narasi positif berbasis nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan, serta motivasi memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi organisasi. Dengan demikian, pelatihan media digital terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader GP Ansor sebagai agen literasi digital dan penyebar narasi positif sehingga program serupa layak dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat komunikasi publik organisasi di era digital.